Ini Penampakan Lubang Tambang Yang Akan Direstorasi

Ini Penampakan Lubang Tambang Yang Akan Direstorasi

SAMARINDA, bekantan.co - Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim punya pandangan lain. Pradarma Rupang, Dinamisator Jatam Kaltim mengatakan lahan bekas tambang yang masih terbuka tersebut seharusnya ditutup. “Pemkot dan Pemprov Kaltim dan perusahaan harusnya memperjelas  lahan tersebut. Maksudnya merestorasi kembali kawasan tersebut seperti sedia kala lalu dialihfungsikan peruntukannya,” bebernya beberapa waktu lalu.

Jika tidak dilakukan restorsi, maka akan menjadi peluang sekaligus dalil bagi perusahaan lain untuk tidak mengindahkan reklamasi pasca tambang tersebut. Saat ini, kata Rupang, lahan bekas tambang di beberapa lokasi di Kecamatan Palaran, Sambutan, Tanah Merah dan Mugirejo sudah mencemari sumber air. Sehingga membahayakan bagi kesehatan warga yang menggunakan. 

“Bahkan lubang tambang yang beralih fungsi irigasi, pengembangbiakan ikan juga tidak efektif. Bahkan mengancam warga sekitar. Apalagi beberapa pengalaman sudah memakan korban jiwa,” tegasnya.Seiring dengan hal itu dia meminta agar Dinas ESDM Kaltim segera membuka data berapa lahan bekas tambang di Samarinda yang sudah direstorasi. 

Data Jatam Kaltim, terdapat 71 persen luas daratan Samarinda yang tersebar di 9 kecamatan hanya untuk konsesi .tambang sementara untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) hanya berkisar 0,9 persen. Ditambah, sekitar 232 lubang tambang yang sebagian besar tersebar di sekitar permukiman warga. “Semua itu terungkap di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda saat GSM melakukan citizen lawsuit,” ungkapnya. 

Di sisi lain, Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin mengatakan lahan bekas tambang bisa dikonversi menjadi lahan produktif. Asalkan disesuaikan dengan kajian. Perubahan fungsi lahan tersebut akan dikaji sesuai dengan kelayakan dan daya tampung."Kita akan lakukan kajian dulu apakah lokasi tersebut lebih cocok untuk perumahan atau yang lainnya. Kita tunggu saja hasil kajian RTRW-nya dulu. Jadi kalau dipandang perlu maka kita  jadikan perumahan," terang Sugeng belum lama ini. 

Menurut Sugeng, perubahan bekas lahan tambang bisa meliputi beberapa sektor. Mulai dari sektor pertanian, peternakan, hingga sektor industri lainnya yang bisa memberi manfaat lebih sesuai kegunaannya. Gubenur Kaltim Awang Faroek Ishak menyarankan hal berbeda. Menurut dia, lahan bekas tambang sebaiknya digunakan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH). “Kalau tidak mau repot, lahan bekas tambang lebih bagus dijadikan RTH,” saran Awang. 
Saran berbeda juga dilontarkan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang. Ia menginginkan agar lahan bekas tambang bisa digunakan untuk tanaman tropis atau buah-buahan.(ina/nus)