Warga Sebengkok Kembali Keluhkan Proyek Banjir

Warga Sebengkok Kembali Keluhkan Proyek Banjir

SEPI: Proyek penanganan banjir di Kelurahan Sebengkok tidak beraktifitas, dikarenakan masih menunggu anggaran multi year dari Kementerian PUPR, Rabu (7/3/2018)

TARAKAN, bekantan.co - Dihentikannya proyek penanganan banjir di Kelurahan Sebengkok sekitar dua minggu lalu membuat warga Tarakan turut resah. Bukan hanya di media sosial (medsos) melontarkan kekecawaannya, pengusaha di sekitar juga turut dirugikan.

Supeno, salah seorang warga RT 16 Kelurahan Sebengkok mengaku setiap harinya terpaksa harus berjibaku dengan tebalnya debu. Ditambah lagi, belum tuntasnya proyek tersebut, pelanggan yang biasa membeli di rumah makannya tampak sepi.

"Bisa lihat sekarang mas, sudah sepi (pembeli) sejak ada proyek ini. Ya kami harap cepatlah diselesaikan nih. Jadi enak juga warga kalau sudah selesai," jelasnya saat dijumpai bekantan.co, Rabu (7/3/2018).

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Tarakan, Haidir menyatakan, jika warga mengkhawatirkan proyek tersebut berhenti, ia menegaskan akan tetap dilanjutkan. Itu juga yang disampaikan dengan pihak pelaksana proyek. "Kan ini (proyek) sampai tahun 2019," katanya.

Lebih lanjut, kata Haidir, proyek dengan anggaran multi year, diakuinya masih menunggu anggaran lanjutan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Saat ditanyai pembayaran gaji kontraktor, ia menegaskan tetap akan dibayar.

"Ini kan masih awal bulan (Maret). Kemungkinan satu atau dua minggu (baru dibayar)," ungkapnya.

Jika nantinya ada penyesuaian kontrak, kata Haidir, akan mengakhiri dengan kondisi yang aman. Dalam arti, aman di konstruksi dan jalan tersebut aman untuk dilalui masyarakat.(sas)