Tak Jera, Pria Asal Palu Diamankan Avsec Sebelum Berangkat

Tak Jera, Pria Asal Palu Diamankan Avsec Sebelum Berangkat

IQ (baju berwarna abu-abu) dan AM (baju berwarna merah) saat digelandang petugas ke BNNP Kaltara, Rabu (14/3/2018)

TARAKAN, bekantan.co - Genap di hari kedua diamankan wanita berinisial AM (27) yang diduga membawa sabu sebanyak 1,08 kg, kali ini dua pria berinisal AM dan IQ (46) diamankan petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Juwata Tarakan sekitar pukul 13.20 Wita. Diketahui barang bukti yang berhasil disita aparat sebanyak 30 gram.

Saat dijumpai, Kepala Bandara Juwata Tarakan, Elfi Amir menyatakan, saat hendak memasuki pintu keberangkatan, petugas Avsec di Security Check Point (SCP) pertama tidak ada yang mencurigai gerak-gerik pelaku. Namun, saat pelaku memasuki pemeriksaan di SCP kedua, petugas mendapati ada yang mengganjal di pinggang sebelah kanan IQ. "Saat diperiksa di pingganya ada benjolan. Saat dibuka ternyata benar ada sabu seberat 30 gram ditaruh di dalam sempak di plastik obat," ungkapnya, Rabu (14/3/2018)

Barang bukti yang berhasil diamankan, berupa sabu, uang senilai Rp 1 juta, rokok serta handphone

Sebelum kejadian tersebut, sambung Elfi, IQ yang merupakan warga Palu, Sulawesi Tengah baru tiba pada Selasa (13/3) lalu. Singkat cerita, dia diberikan rekannya untuk membawa barang haram tersebut.

"Pas kami tahu, dua pelaku ini satu kode booking yang sama. Tapi AM (warga Tarakan) ini mengaku baru kenal (IQ) di bandara. Kalau tiketnya, ini kami duga sudah ada yang pesan. Kan tidak mungkin mereka bisa bersamaan mau berangkat," bebernya.

Selain mengamankan sabu, IQ yang terlihat bertato di sekujur badannya, mengaku mendapat sabu dari orang yang tidak dia kenal saat berada di Pelabuhan Tengkayu I SDF Tarakan. Saat ditanyai terkait pengamanan di SCP 1 yang terbilang lengah, pihaknya dalam waktu dekat akan merolling petugas Avsec tersebut. Begitu juga dengan adanya dugaan oknum Avsec, masih belum diketahui. "Selebihnya kami serahkan sama aparat kepolisian. Kalau pelaku IQ juga pernah terlibat illegall logging dan pernah di tahan di Tarakan," imbuh pria yang akrab disapa Tefi. 

Dibeberkannya, IQ sudah berkali-kali keluar masuk ke Tarakan. Untuk dugaan penyelundupan sabu, selanjutnya akan diserahkan pada aparat kepolisian. "Kelihatannya ini kurir. Karena dia (IQ) dikasih uang Rp 1 juta," pungkas Tefi.(sas)