Siapkan Rp 30 Miliar untuk Dermaga Pasar Pagi, Ubah Kesan Kumuh

Siapkan Rp 30 Miliar untuk Dermaga Pasar Pagi, Ubah Kesan Kumuh

SAMARINDA,bekantan.co - Kondisi dermaga Pasar Pagi dianggap sudah kurang representatif. Karenanya Pemkot Samarinda melalui Dinas Perhubungan (Dishub) berencana mengembangkan dermaga tersebut. Hal itu disampaikan kepala Dishub Samarinda Ismansyah.

Ismansyah menjelaskan, Detail Engineering Design (DED) pengembangan dermaga sedang dibuat. Estimasi biaya keseluruhan mulai dari perencanaan hingga pembangunan mencapai RP 30 miliar. “Kami ingin kembangkan dermaga Pasar Pagi. Selain bisa melayani ketinting, speed boat, kapal wisata juga bisa kemari,” terangnya. Untuk kapal wisata lanjutnya masih mengandalkan dermaga depan kantor gubernur Jalan Gajah Mada. Tujuan utama pengembangan dermaga ini kata Isman adalah untuk mengubah citra dermaga pasar pagi yang kumuh.

Konsep dermaga sendiri masih dirancang. Besar kemungkinan akan mengikuti bentuk pelabuhan penumpang di Sungai Kunjang. Namun fungsinya akan bertambah tidak hanya mengangkut penumpang antar daerah, melainkan juga kapal wisata. “Estimasi kami Rp 26 miliar sampai Rp 30 miliar. Nanti ada warung wisata untuk cinderamata sama seperti citra,” bebernya. Sumber anggaran pun bersumber dari APBD untuk perencanaan. Adapun pengerjaan fisik pihaknya berharap APBD Kaltim dan APBN.

Isman juga menambahkan selain itu akan berkoordinasi pula dengan manajemen Big Mall untuk membuat dermaga khusus. Tujuannya agar rute kapal wisata dari dermaga pasar pagi bisa terintegrasi. “Nanti kami siapkan juga kantung parkir. Jadi masyarakat yang tidak mau terjebak macet, parkir di sini ke mall tinggal pakai kapal wisata,” jelasnya lagi. Tapi pembuatan dermaga di big mall juga harus memperhatikan pasang surut air. Jangan sampai kata mantan Kepala Bappeda ini, kapal tidak bisa berlabuh karena air surut. “Kami mau libatkan pihak swasta siapa saja untuk bangun dermaga. Dilihat juga pasang surut airnya sehingga penumpang bisa singgah,” sambungnya.

Jika dibenahi, dermaga itu sendiri diperkirakan bakal menampung lebih dari 70 kapal. Saat ini dermaga Pasar Pagi hanya menampung kapal ketinting untuk penyeberangan ke Samarinda Seberang dan kapal panjang untuk mengangkut barang. “Untuk yang ke hulu saja hampir 70-an, kapal wisata ada empat. Ada yang kecil-kecil untuk penyeberangan tapi saya tidak hafal jumlahnya,” ungkapnya. Bahkan jumlah kapal wisata diprediksi bertambah seiring berkurangnya pesanan angkut barang ke daerah hulu. Alhasil, izin kapal yang semula untuk pengangkutan harus berubah. Namun pihaknya tidak serta merta mengubah izin kapal tersebut. “Harus dibatasi, kalau semua jadi kapal wisata, siapa penumpangnya?” tukas Isman. (Ina/nus)