Samarinda Utara Mulai Stop Pembangunan

Samarinda Utara Mulai Stop Pembangunan

 

SAMARINDA,bekantan.co - Pemkot Samarinda sedang melakukan penyesuaian ulang tata kelola pembangunan Kota Samarinda. Semua pengaturan kawasan akan dilakukan evaluasi berdasarkan letak kawasan dan wilayah. 

“Peta kawasan permukiman dan bisnis akan lebih dipertegas kembali,” ungkap Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Samarinda, Dadang Airlangga, Kamis kemarin (15/3). 

Dadang mengatakan, peruntukan kawasan akan disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). 

Di situ dijabarkan arah kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan daerah, kebijakan umum dan program Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lintas Perangkat Daerah, program kewilayahan yang disertai dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif.

“Semua kawasan sesuai peruntukannya di RPJDM kota sudah dibicarakan semua. Jadi tinggal kita kawal,” tuturnya.  

Untuk itu semua pengemban yang ingin membangun perumahan akan diarahkan kepada kawasan yang sudah direncanakan. Begitu juga dengan kawasan-kawasan yang dianggap steril pembangunan permukiman. 

Berdasarkan hasil survei bersama konsultan terpilih, kata Dadang beberapa kawasan terpaksa akan disetop pembangunan. Seperti di kawasan utara Samarinda, pemkot sudah melarang pembukaan lahan. Begitu juga dengan di kawasan Samarinda Ilir dan Sambutan.  

Meskipun kawasan Sambutan masih relevan untuk pengembangan permukiman namun kendala terbesar yakni ketersediaan air bersih yang minim. Sehingga menjadi PR bagi pemerintah kota. 

Sesuai Undang-Undang (UU) nomor 1 tahun 2011 tentang permukiman dijelaskan kawasan yang digunakan untuk pengembangan wilayah permukiman harus tersedia sarana dan prasarana umum. Baik itu air bersih, aliran listrik dan lainnya. 

“Itu wajib tersedia dulu. Baru pembangunan diarahkan ke sana,” terangnya. 

Dadang menegaskan pemkot berencana mengembangkan permukiman di wilayah selatan Samarinda, seperti Palaran, Samarinda Seberang, Loa Janan Ilir, Sungai Kunjang dan Samarinda Ulu. Di sana, kata Dadang ketersedian air bersih cenderung memadai.  (Ina/nus)