Sadis, Suami Lempar Istri Pakai Kursi

Sadis, Suami Lempar Istri Pakai Kursi

 

TARAKAN,bekantan.co – Entah apa pemicu pertengkaran apa yang terjadi terhadap rumah tangga Anton dan Rahmawati warga Jalan Bhayangkara, Gang Pribadi, RT 60, Kelurahan Karang Anyar, Diketahui Anton harus berurusan dengan Kepolisian karena telah melempar sang istri dengan kursi sofa, pada rabu (11/4), sekitar pukul 17.30 Wita.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Ipda Taharman mengatakan, awal kejadian Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tersebut berawal pertengkaran mulut Anton terhadap Istrinya Rahmawati di kediamannya.

“Kita tidak tahu persis penyebab pertengkaran pasangan suami istri itu, Jadi saat cekcok mulut itu Anton tiba-tiba mengambil kursi yang saat itu berada di depan kamar korban dan dilemparkan ke arah korban sebanyak 2 kali,” jelasnya.

Lanjutnya, saat pelemparan kursi tersebut, Rahmawati sempat menangkis lemparan tersebut dengan menggunakan tangan. Sehingga korban mengalami memar pada bagian tangannya akibat menahan lemparan kursi tersebut. “Sudah dilempar dua kali, Anton langsung menutup pintu rumah dan mengusir korban untuk keluar rumah,” lanjutnya.

Selain itu, tidak puas dengan mengusir Rahmawati, Anton  mengambil senjata tajam dan mengancam istrinya tersebut. “Jadi Anton itu mengatakan kepada istrinya, ku parangi kau wanita anjing,” ujar Taharman. Mendengar ancaman tersebut, Rahmawati pun berlari dan meminta tolong kepada Ketua RT setempat . “Rahmawati meminta tolong untuk mengambil anaknya yang masih bayi di dalam rumahnya,” tambahnya.

Kemudian itu, Pak RT tersebut usai mengambil anak Rahmawati, ketua RT tersebut pun melaporkan kejadian tersebut ke Polisi. “Mengetahui laporan tersebut petugas kepolisian Polres Tarakan dengan sigap langsung mendatangi rumah Rahmawati dan mengamankan Anton ke Mako Polres Tarakan guna diproses lebih lanjut,” pungkasnya.

Dari kasus ini kepolisian Polres Tarakan mengamankan barang bukti satu buah kursi dan sebilah parang. “Anton saat ini sudah kita amankan di Rutan Polres Tarakan dan akan dikenakan UU 23 Tahun 2002, tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Pasal 44 ayat 1 dengan ancaman penjara paling lama 5 Tahun,” tutupnya. (mad/nus)