Rekan AM Bantah keterlibatan Dirinya Terkait Kasus Sabu 1,08 Kg

Rekan AM Bantah keterlibatan Dirinya Terkait Kasus Sabu 1,08 Kg

 

TARAKAN,bekantan.co – TT rekan AM membantah dirinya merupakan kurir sabu profesional. Rabshody Roestam, Penasehat Hukum (PH) TT dan DR mengatakan, jika kliennya tersebut merasa keberatan dengan pernyataan tersebut. "Jadi TT ini telah dihubungi oleh suaminya yang berada di Lapas Makassar untuk menjemput temannya di bandara Juwata Tarakan," bebernya.

Usai menerima kabar tersebut, TT langsung menjemput AM di Bandara Juwata Tarakan. Namun, setelah menjemput AM, langsung meminta TT untuk mengantar dirinya ke sebuah hotel yang berada di Jalan Jendral Sudirman. "Setelah antar AM, TT langsung pulang dan usai sampai dirumah, selang beberapa menit AM meminta TT untuk menjemput dirinya yang berada di hotel tersebut, dijemputlah AM ini oleh TT. Eh selang beberapa menit kemudian ada orang yang menelpon dan tiba-tiba datang sebuah motor dengan menaruh bungkusan di pagar TT," terangnya.

Setelah itu, DR mertua TT setelah melihat ada sebuah bungkusan, DR pun mengambil barang tersebut dan dimasukan ke dalam rumah. "Disitu DR mertua TT tau kalau itu sabu dan DR mengira barang itu milik AM," bebernya.

Kemudian itu juga, AM pun usai melihat barang tersebut, AM langsung menanyakan terhadap TT apakah ada tisu dan karbon alumunium foil. "Ternyata barang yang dicari AM itu kurang, dan AM mengajak TT untuk membeli tisu dan karbon aluminium foil, sementara TT ini tidak tahu kalau itu untuk membungkus sabu dan TT juga tidak tahu kalau itu sabu," bantahnya.

Menurut Rabshody, TT sejak awal tidak pernah tahu urusan sabu. Bahkan, meskipun suaminya merupakan narapidana di Lapas Makassar, TT sejak awal tidak pernah terlibat sabu. “Kita sudah tes urine juga terhadap TT dan hasilnya negatif, jadi dia tidak tahu apa-apa soal sabu itu," tambahnya.

Sementara itu, penetapan tersangka TT dan DR yang menurutnya hanya berdasarkan keterangan AM. Sementara, DR pun sudah berusia 60 tahun dan bahkan sejak awal tidak tahu urusan sabu antara HN dan AM. “Mereka berdua ini TT dan DR disangkaan pasal 112 ayat 2 junto pasal 114 ayat 2 junto pasal 131 ayat 1 tentang mengetahui tindak pidana tetapi tidak melaporkan junto pasal 132  Undang undang No. 35 tahun 2009 tentang narkotika,” lanjutnya. (mad/nus)