Proyek Dua Jembatan Dipastikan Bakal Rampung

Proyek Dua Jembatan Dipastikan Bakal Rampung

 

SAMARINDA,bekantan.co - Masyarakat Kaltim di pedalaman dan perbatasan mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Buktinya tahun ini teralokasi dana sekitar Rp 11,96 miliar dari APBN untuk pembangunan Jembatan Gantung Tiong Ohang di Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dengan panjang bentang 120 meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR Pera) Kaltim HM Taufik Fauzi mengungkapkan, pembangunan jembatan sebagai tindak lanjut permintaan Gubernur Kaltim kepada Kementerian PUPR.

“Alhamdulillah permintaan gubernur (Awang Faroek Ishak, Red) agar masyarakat Tiong Ohang dibangunkan jembatan yang lebih permanen didukung pusat,” kata Taufik.

Menurut dia, selama ini masyarakat di kecamatan perbatasan Kaltim sudah memiliki jembatan gantung yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Tiong Ohang dan Desa Tiong Buu. Namun karena terlalu lama, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Selain sudah rapuh, beberapa bagian jembatan juga rusak.

Itu sebabnya saat gubernur melakukan kunjungan kerja ke Desa Tiong Ohang dan berkesempatan menyeberangi dengan cara ditandu, dia prihatin kala melihat langsung kondisi jembatan tersebut. Karenanya, gubernur berinisiatif meminta pemerintah pusat memberikan dukungan pembangunan  jembatan yang baru.

Taufik mengakui pembangunan jembatan gantung yang sangat vital menghubungkan dua desa pedalaman tersebut ditarget tuntas 31 Desember tahun ini.

“Saat ini kami sudah mulai melakukan proses lelang. Rencananya, awal Maret jembatan sudah dikerjakan. Sehingga akhir 2018 sudah bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Secara spesifik, lanjut Taufik, jembatan baru dibangun bersebelahan dengan jembatan gantung lama, namun lebih lebar atau mencapai 3 meter. Sehingga jembatan tersebut nantinya mampu dilalui kendaraan roda empat.

“Memang jembatan itu sangat vital, sebab jadi satu-satunya sarana penghubung di dua desa tersebut. Dibuat lebih lebar, agar kendaraan bisa lewat. Sebab disana ada ambulans yang dipakai untuk pelayanan masyarakat setempat,” ungkapnya.

Pembangun jembatan dilakukan Pelaksana Jalan Perbatasan Provinsi Kaltim Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XII Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR. (Ina/nus)