Penyapu Jalan Minta Kenaikan Gaji, Ini Pendapat DPRD

Penyapu Jalan Minta Kenaikan Gaji, Ini Pendapat DPRD

SAMARINDA, bekantan.co -  Anggota DPRD Samarinda meminta agar pemkot mempertimbangkan asas kepatutan dan kelayakan dalam menaikan gaji pegawai tidak tetap harian (PTTH) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda.

Juni mendatang pemkot berencana menaikan gaji terhadap 1.300 PTTH sebanyak 10 persen. Ada penambahan sekitar Rp 130.000 dari gaji sebelumnya sebesar Rp 1,3 juta.

“Kami pikir pemkot mempertimbangkan asas kepatutan dan kelayakan. Kenaikan sangat kecil. Sementara biaya hidup mahal,” ungkap anggota Komisi I DPRD Samarinda, Adigustiawarman, kemarin (6/3).

Sudah lima tahun para tenaga kebersihan jalan umum ini tidak menerima kenaikan gaji. Pekerja lapangan itu terdiri dari petugas pengangkut sampah, supir, pembersih parit dan sekuriti. Upah yang diterima per bulannya bervariasi. Mulai dari Rp 1,3 juta hingga Rp 1,8 juta per bulannya.

Politisi Golkar ini mencontohkan di DKI Jakarta. Di sana, kata Adi –sapaan akrabnya- pegawai kebersihan jalan sangat diperhatikan. Gajinya bahkan melebihi PNS. “Kasihan pekerja kebersihan kita disini,” tuturnya.

Menurut dia, jika pemkot beralasan keterbatasan anggaran, ada banyak pos anggaran lain yang bisa dialihkan untuk menggaji para pekerja kasar ini. 
Apalagi pemkot sering mengkampanyekan kebersihan, namun kesehjahteraan pekerja kebersihan justru tidak diperhatikan. 

“Minimal disesuaikan dengan UMK Kota Samarinda sebesar Rp 2,6 juta,” kata Adi.

Tak hanya itu, setiap tahunnya kebutuhan hidup terus meningkat. Sedangkan selama lima tahun tidak pernah menerima kenaikan gaji. 
Terpisah, Kepala DLH Kota Samarinda, Nurrahmani mengusulkan kenaikan gaji untuk tenaga kebersihan ini 10 persen dan telah disetujui.

“Mereka mengerti dengan kondisi keuangan pemkot. Tapi untuk kebutuhan hidup mereka meminta kenaikan gaji,” ucap dia. (Ina/nus)