Pelanggaran Alat Peraga Kampanye Terbanyak Dipegang Pasangan Rusmadi dan Safaruddin

Pelanggaran Alat Peraga Kampanye Terbanyak Dipegang Pasangan Rusmadi dan Safaruddin

Satpol PP menggelar Razia Alat Peraga Paslon yang akan mengikuti Pilgub Kaltim

SAMARINDA, bekantan.co - Aturan tentang pemasangan alat peraga kampanye (APK) terus dilanggar. Masing-masing tim pasangan calon (paslon) Pilgub 2018 tetap mucil membiarkan APK terpampang di 8 kabupaten dan kota.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim merilis jumlah APK para paslon gubernur dan wakil gubernur Kaltim 2018 per 24 Februari 2018. 
Hasilnya, pelanggaran terbanyak ada di pasangan Rusmadi dan Safaruddin mencapai 2.280 pelanggaran. Kemudian disusul Isran Noor dan Hadi Mulyadi mencapai 405 pelanggaran.

Setelah itu paslon Syaharie Jaang dan Awang Ferdian mencapai 333 pelanggaran dan terakhir paslon Sofyan Hasdam dan Nusyirwan Ismail 125 pelanggaran. Adapun pelanggaran APK para paslon ini karena mendahului APK resmi yang dipasang oleh KPU Kaltim. Selain itu pemasangan APK pun tidak sesuai dengan titik yang sudah ditentukan KPU Kaltim.

Kendati demikian, Bawaslu Kaltim mengaku tak punya wewenang membongkar. “Kewenangan membongkar ada di Satpol PP,” ungkap anggota Bawaslu Kaltim, Galeh Akbar Tanjung Senin (5/3/2018). 

Pencabutan Alat Peraga Salah satu Paslon Pilgub kaltim

Namun menurut informasi yang diterima Bawaslu Kaltim, penertiban Satpol PP pun terkendala karena minim anggaran, personel dan alat. Ketua Bawaslu Kaltim Saiful mengatakan kelemahan dari UU pemilu maupun peraturan KPU tidak memuat sanksi pelanggaran secara tegas. Akibatnya, pelanggaran seperti APK ini pun tak ada sanksi berat.

“Jadi sanksinya hanya penertiban itu saja. Tak ada yang lain,” tutur dosen Fisip Unmul ini. 
Saiful mengatakan pemasangan APK oleh para paslon harus mendapat persetujuan dan rekomendasi dari KPU Kaltim. Termasuk soal desain dan jenis APK. (Ina/nus)