Nafkahi Keluarga dengan Bisnis Haram, KY Diringkus Resmob

Nafkahi Keluarga dengan Bisnis Haram, KY Diringkus Resmob

 

TARAKAN, bekantan.co – Reserse Brimob (Resmob) Polda Kaltim kembali mengamankan salah seorang pria paruh baya  yakni KY (53) warga Jalan K.H Agus Salim, RT 12 Kelurahan Selumit, Kecamatan Tarakan Tengah, yang merupakan bandar narkoba jenis sabu.   NY berhasil diringkus oleh Resmob pada  Rabu malam lalu (7/3) pukul 23.30 Wita.

Komandan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim AKBP Henzly Moningkey, melalui Kanit Res Intelmob Iptu Supriyanto mengatakan, sebelum mengamankan tersangka KY (53), personel Resmob mendapatkan laporan masyarakat jika disuatu warnet yang terletak di Jalan Yos Sudarso akan ada transaksi sabu.

“Saat kita dapat informasi itu, kita langsung melakukan penyelidikan dan mencurigai 2 orang yang akan melakukan transaksi sabu-sabu,” jelasnya. Namun, setelah petugas mendekat kedua orang tersebut, tiba-tiba salah satu yang dicurigai berhasil melarikan diri yang diduga pembeli sabu. “Kita amankan KY sebagai pengedar sabu. Tetapi, saat petugas mendekat tadi KY membuang 2 bungkus sabu ke pinggir jalan dan petugas langsung menyuruh KY mencari barang yang dibuangnya tersebut,” ujarnya.

Lanjutnya, saat diamankan, KY sempat mengelak bahwa barang tersebut bukan miliknya. Namun, petugas langsung melakukan penggeledahan badan dan mendapati 4 bungkus sabu di kantong celana sebelah kiri. “Jadi kita langsung mengamankan KY serta barang bukti sabunya itu dengan berat sekitar 2 gram,” lanjutnya.

Sementara itu, menurut pengakuan KY, dirinya melakukan bisnis sabu tersebut karena faktor ekonomi sehingga dirinya nekat untuk melakukan bisnis haram tersebut. “KY ini alasannya untuk membiayai anak istrinya, karena dirinya mengaku tidak bisa bekerja lagi, maka dari itu KY melakukan bisnis itu,” tegasnya saat ditemui bekantan.co.

Kemudian itu juga, akibat ulah tersangka yang berinisialkan KY tersebut dikenakan pasal 112 ayat 2 Junto pasal 114 ayat 2 Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan minimal 4 tahun penjara. (Mad/nus)