Museum Samarinda Tinggal Diisi Dinas Kebudayaan

Museum Samarinda Tinggal Diisi Dinas Kebudayaan

 

SAMARINDA, bekantan.co - Pembangunan museum Samarinda sudah selesai akhir 2017 lalu. Saat ini bangunan senilai Rp 8 miliar tersebut masih dalam tahapan perawatan terhitung sejak Januari sampai 6 bulan kedepan. Jika ditemukan ada kerusakan atau perubahan bangunan maka menjadi kewajiban rekanan (kontraktor, Red) untuk perbaikan.

“Jadi untuk saat ini kami masih pantau. Tiga hari sekali kami kesana. Jika ada perubahan atau cat yang rusak kami akan sampaikan,” ungkap Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Samarinda, Dadang Airlangga, Minggu (18/3/2018).

Dadang mengatakan sambil pemeliharaan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan untuk dilakukan pengisian perlengkapan museum. Karena Disperkim hanya berkewajiban menyelesaikan sisi fisik atau bangunannya saja.  “Mereka sambil menyiapkan untuk konsultan pengisiannya,” tuturnya.

Selama masa perawatan, semua kebutuhan listrik, air dan kebersihan tetap jadi tanggung jawab rekanan. Namun setelah melewati  masa itu maka semuanya akan diserah terimakan ke pemkot baru dilimpahkan ke Dinas Kebudayaan untuk pengoperasian. “Tapi untuk pemakaian listrik dan sebagainya masih jadi tanggungan bersama,” imbuhnya Dadang. Selain itu, perawatan taman disekitar museum itu tetap jadi tanggung jawab Disperkim karena tidak masuk dalam kontrak kerjasama.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Samarinda, Andi Abdul Aziz menuturkan, belum ada konsep matang terkait barang apa saja yang akan dipamerkan kala museum diresmikan.”Secara umum, konsep sudah ada. Tapi belum menyentuh materi isinya apa saja. Masih butuh kajian lagi. Kami nanti minta pakar dan seniman daerah untuk membantu,” ucapnya belum lama ini.

Sesuai data Lelang Pekerjaan Secara Elektronik (LPSE) Samarinda, pekerjaan fisik museum di Disperkim dibagi menjadi dua tahap. Tahap I dikerjakan PT Jaya Berkah Abadi dengan nilai kontrak Rp 2,7 miliar. Sementara tahap II dikerjakan PT Gio Syahputra Abadi dengan nilai kontrak Rp 5,4 miliar.

Diketahui, Museum Taman Samarendah sendiri bakal digunakan sebagai lumbung informasi sejarah Kota Tepian. Wali Kota non aktif Samarinda Syaharie Jaang mengungkapkan, nantinya musem itu berisi informasi mengenai sejarah hingga seluk beluk Samarinda dari masa ke masa. “Karena Samarinda ini dulunya bagian dari Kutai, mungkin akan disampaikan juga,” imbuhnya.

LENGKAPI DENGAN TAMAN REVOLUSI MENTAL

Pemkot kembali disiram dana kurang lebih Rp 500 juta dari APBN untuk pembangunan taman revolusi mental. Rencananya pembangunan taman tersebut diadakan di laman parkir Kantor Dinas Pendudukan dan catatan Sipil (Disdukcapil) Samarinda dengan luasnya kurang lebih 25x50 meter.

Karena letaknya berdekatan dengan museum Samarinda dan Taman Samarendah, maka taman tersebuit rencananya akan dihubungkan ke museum. “Kita hanya menyiapakan status lahan clean dan clear. Karena kebetulan tanah tersebut milik pemkot jadi tinggal menunggu surat keterangan dari wali kota,” terang Dadang.  (Ina/nus)