Mulai Main Kucing-Kucingan dengan Pemkot

Mulai Main Kucing-Kucingan dengan Pemkot

SAMARINDA,bekantan.co - Keberadaan mini market waralaba nasional berkedok lokal mulai terendus. Ditemukan kesamaan logo namun berbeda merek dagang.

Menyikapi soal itu, Kadis Perdagangan Samarinda, Adriyani mengatakan pihaknya akan melakukan tinjauan ke lapangan jika ada laporan masuk. Tinjauan tersebut dimaksud untuk memastikan kelengkapan izin dan mengecek kepastian informasi tersebut.  “Kewenangan kami hanya mengeluarkan rekomendasi,” ungkapnya. 

Karena sebatas rekomendasi, lanjut Adriyani, pihaknya tidak meneliti lebih jauh. Jika tidak ditemukan indikasi maka izin rekomendasi tetap diberikan. “Tapi kami juga sulit memastikan di lapangan. Saat operasi mereka bisa mengubah itu,” tuturnya.

“Tapi kalau ketahuan waralaba nasional berkedok lokal maka tetap dilakukan penindakan. Memang kita jadi kucing-kucingan,” sambungnya.

Sesuai Peraturan Wali Kota Nomor 9 tahun 2015 tentang pedoman penataan dan pembinaan pasar rakyat, pusat perbelanjaan dan toko swalayan. Pemkot Samarinda sudah memoratorium perizinan mini market yang berskala nasional seperti Indomaret, Eramart, Alfa Midi dan lainnya. Kebijakan ini berlaku sejak 2015 lalu. Artinya jika ada yang muncul lagi, maka patut diduga ilegal.   

“Rekomendasi kami menyetujui. Tapi untuk izin tetap menjadi wilayah perizinan. Kita tetap mengeluarkan rekomendasi selama tidak melanggar perwali dan tidak ada indikasi waralaba nasional,” terangnya.

Kendati demikian, Adriyani memastikan manipulasi waralaba nasional berkedok lokal itu akan ketahuan saat mereka mengajukan perpanjangan izin usaha. “Karena tim akan meninjau ke lapangan sebelum rekomendasi diterbitkan,” tuturnya.

Untuk semua instansi yang terkait, Satpol PP menjadi garda depan penindakan karena mengawal perda. Tapi tetap saling koordinasi dengan perizinan karena legalitas berada di bawah wilayab perizinan.

“Jika ada temuan dilapangan maka segera dilaporkan untuk mendapat perhatian. Setelah itu ada peninjauan lapangan. Jika ditemukan menyalahkan perwali maka Saatpol PP bisa langsung menindak,” tegasnya.  

Adriyani menduga beberapa titik minimarket baru diduga ilegal karena pihaknya sejak 2015 lalu tak mengeluarkan rekomendasi baru. Hanya, menyeleksi berkas dan menyesuaikan dengan perwali jika ada yang menyalahi aturan maka distop izin saat mengajukan perpanjangan. (Ina/nus)