Modus Curi Sistem Polisi, Kapal Malaysia Diamankan

Modus Curi Sistem Polisi, Kapal Malaysia Diamankan

Kedua tersangka (tertunduk) saat diperlihatkan pada media bersama barang bukti kapal (belakang), di Satuan Pangkalan (Satlan) II Polisi Perairan (Polair), di Kelurahan Juata Laut, Senin (5/3/2018)

TARAKAN, bekantan.co – Ada-ada saja ulah pelaku kejahatan penangkapan oleh kapal ikan asing (KIA). Dengan dalih melakukan kegiatan di perairan Malaysia, pelaku yang terdiri dari seorang nakhoda berinisial LR dan seorang anak buah kapal (ABK) berinisial DA, nekat mencuri sistem penjagaan Satuan Pangkalan (Satlan) II Polair Polda Kaltim.

Berdasarkan pengakuan LR, sejak Sabtu (3/3/2018) mereka sudah melakukan aktifitas penangkapan ikan di perairan Malaysia. Tepat pada Minggu sekitar pukul 21.20 Wita, kapal dengan nama Cahaya Bone mulai masuk ke perairan Karang Unarang, Kabupaten Nunukan. “Sistem yang dipakai curi-curi gitu, ada kesempatan mereka masuk,” ungkap Dit Polair Polda Kalimantan Timur (Kaltim) Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Omad, melalui Kasatlan II Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bahtiar, Senin (5/3/2018)


Barang bukti berupa kapal bernama Cajaya Bone yang berbendera negara Malaysia juga turut disita kepolisian

Sebelumnya, Satuan Pangkalan (Satlan) II Polisi Perairan (Polair) melakukan patroli di perairan tersebut. Namun ketika itu petugas memandangi ada sebuah kapal berbendera Malaysia yang mencurigakan.

“Melihat kapal mencurigakan itu, Patroli langsung mendekat. Ternyata kapal itu sedang melaksanakan kegiatan penangkapan ikan dengan mengunakan pukat hela di wilayah perairan Indonesia,” tuturnya.

Mengetahui hal tersebut, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap kapal GT 25 tersebut dan mengamankan seorang nakhoda kapal yang berinisialkan LR (26) Warga Negara Indonesia (WNI) serta ABK yang berinisialkan DA. “Kita juga mengamankan hasil laut tangkapannya sebanyak sekitar 6 Kg,” tuturnya.

Selain itu, kapal tersebut sudah sering melakukan penangkapan Ikan diperairan Indonesia tersebut dengan mengunakan modus melakukan penangkapan pada malam hari. “Pada siang hari mereka berlayar di perairan Malaysia. Malamnya baru mereka beraksi saat petugas lengah, kan malam itu gelap langsung Kapal itu masuk ke perairan Indonesia,” beber Bahtiar.

Akibat ulah tersangka tersebut, dikenakan Pasal 2 Junto 26 Ayat 1 UU RI No 31 Tahun 2004 tentang Prikanan dan Pasal 85 Junto pasal 9 UU RI No 45 Tahun 2009 perubahan UU 31 Tahun 2004 tentang perikanan. Dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara.(mad/sas)