Lolos Dari Kejaran, PSDKP Hanya Amankan 3 Kapal Ikan Tak Berdokumen

Lolos Dari Kejaran, PSDKP Hanya Amankan 3 Kapal Ikan Tak Berdokumen

KM Amalia Kembar 04 dan 09 saat digiring ke Pelabuhan Tengkayu II Tarakan oleh petugas Stasiun PSDKP Tarakan, Jumat (9/3/2018)

TARAKAN, bekantan.co - Rabu (7/3) lalu sekitar 08.00 Wita Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tarakan mengamankan 3 unit Kapal Perikanan Indonesia (KII) yang tidak dilengkapi dokumen. Diketahui, kapal penangkap ikan tersebut diamankan di perairan Kabupaten Berau, Kaltim.

Kepala Stasiun PSDKP Tarakan, Akhamadon menyatakan, kejadian bermula saat kapal patroli melintas di perairan Berau, Kaltim. Saat dimintai surat-surat kelengkapan, nakhoda lantas tidak bisa menunjukan kepada petugas. 

"Adapun nama kapalnya KM Endang Selina, KMN Amalia Kembar 09 dan KMN Amalia Kembar 04. Masing-masing anak buah kapal (ABK) sebanyak 44 orang," jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (9/3/2018).

Wujud KM Endang Selina saat diperiksa oleh petugas PSDKP Tarakan.

Adapun dokumen yang tidak dimiliki KM Endang Selina 01 dan KM Amalia Kembar 09, lanjut Akhmadon, berupa Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Sertifikat Laik Operasi (SLO), Surat Persetujuan Berlayar (SPB), dan Surat Keterangan Aktivasi Transmiter (SKAT). KII ini diketahui berasal dari Balikukup, Berau diamankan di perairan Pulau Derawan. "Kalau untuk KM Amalia Kembar 04 tidak memiliki SLO dan SPB," ungkapnya

Dari pantauan, KII tersebut masih berada di tengah perairan Tarakan dan selajutnya akan dipindahkan ke stasiun PSDKP atau persisnya di Pelabuhan Tengkayu II. KII yang memiliki alat tangkap purse seine ini selanjutnya akan kembali dilakukan pemeriksaan.

"Sebenarnya masih ada kapal pengumpul ikan yang lari dari kejaran. Itu juga karena keterbatasan personel dan peralatan kami. Sedangkan kami (petugas patroli) hanya 26 orang," beber pria berkumis ini.

Hingga saat ini, 44 orang ABK diduga melanggar pasal 92 junto pasal 26 ayat 1, pasal 93 ayat 1junto pasal 27 ayat 1 dan pasal 98 junto pasal 24 ayat 2 Undang-Undang nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan.(sas)