Korban Luka Warnai Aksi Penolakan RKUHP dan UU MD3

Korban Luka Warnai Aksi Penolakan RKUHP dan UU MD3

Demo UUMD3 yang di lakukan mahasiswa berujung ricuh

TARAKAN, bekantan.co – Aksi penolakan RKUHP dan UU MD3 kembali terjadi, kali ini mahasiswa di Tarakan melakukan aksi mulai dari simpang empat Jalan Yosudarso hingga ke Kantor DPRD Kota Tarakan di Jalan Jend Sudirman, Selasa pagi kemarin,(6/3/2018).

Demonstran aksi penolakan RKUHP dan UU MD3 yang tidak diperbolehkan masuk kedalam gedung DPRD Tarakan akhirnya mengundang kericuhan. Sebab, setelah tiba di gedung DPRD, para mahasiswa yang menunggu di depan pintu gerbang gedung DPRD bersikeras untuk merangsek masuk. diketahui desak-desakkan yang terjadi membuat salah satu mahasiswa terluka dibagian pelipis kiri, bahkan salah seorang mahasiswa sempat mengaku dipukul salah satu anggota Kepolisian yang mengamankan aksi tersebut.

Kabag Ops Polres Tarakan, Kompol Agus Supraptomo, menjelaskan dari aksi tersebut memang sempat terjadi kekacauan. “Silahkan kalau yang bersangkutan mau menuntut tidak apa-apa. Karena semuakan sekarang ini harus ada bukti. Silahkan ke Polres dan disana Propam sudah siap akan menaggapi permasalahan seperti itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, akibat aksi dorong-dorongan yang terjadi di depan pintu masuk gedung DPRD Tarakan salah satu mahasiswa  terluka. Namun, dari pihak Kepolisian tidak menanggapi hal tersebut sebab pengakuan yang belum pasti, namun jika memang merasa jadi korban dianjurkan untuk melapor.

“Sekarang begini, kata-kata memukul itu mukul seperti apa. Karena situasi yang secara tidak sengaja terkena tangan. Sekarang bukti saja, dengan cara bukti visum,” ujarnya saat ditemui usai aksi penolakkan RKUHP dan UU MD3.

Salah satu mahasiswa yang menjadi korban dari desak-desakkan diaksi penolakkan RKUHP dan UU MD3. Dari pengakuan mahasiswa tersebut yang biasa di panggil Ardiansyah bahwa dirinya telah dipukul oleh salah satu aparat yang mengamankan saat aksi long march.  “Inikan aksi mau masuk. Ketika kita mau masuk terjadi dorong-dorongan sehingga dari pihak kepolisian melakukan tindak kriminalisasi menonjok,” pungkasnya. (lys/nus)