Kembalikan Dengan Permen, Ini Sanksinya

Kembalikan Dengan Permen, Ini Sanksinya

IST

NUNUKAN, bekantan.co - Dalam melakukan pembelian di toko atau supermarket dan mendapatkan permen sebagai Pengganti uang receh, ternyata
melakukan praktik tersebut terancam pidana denda lima miliar rupiah, hukuman 2 tahun penjara.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Nunukan, Hasan Basri  mengatakan, uang kecil atau recehan harusnya di kembalikan dengan mata uang rupiah juga. Dirinya menegaskan, pedagang tidak diperbolehkan mengembalikan dalam bentuk permen ataupun biskuit.

 "Sesuai Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999, pengusaha ataupun pedagang yang mengganti uang kembalian dengan permen bisa dijerat serta ancaman sanksi maksimal dua tahun penjara dan denda maksimal Rp 5 miliar," tegasnya, Rabu (25/4/2018)

Selain itu Hasan juga mengatakan, ketentuan tersebut adalah sebagai peringatan bagi para pengusaha ataupun pelaku usaha lain yang sering menggunakan permen atau sebagai alat pengganti uang kembalian pecahan kecil. Konsumen berhak menolak, dan apabila konsumen merasa dirugikan tentu bisa mengadu hal tersebut pada pihaknya.

"Kami juga sudah menayakan hal tersebut kepada pihak bank, uang receh dapat ditukar di bank dan pihak bank tidak akan kekurangan uang receh atau uang kecil", pungkasnya.(wan/sas)