Kasus Penyitaan Kepiting, PH Sesali Dugaan Bentrokan Dengan Polisi

Kasus Penyitaan Kepiting, PH Sesali Dugaan Bentrokan Dengan Polisi

TARAKAN, bekantan.co – Adanya penangkapan dugaan penyelundupan kepiting bertelur pada Selasa (1/5) berbuntut panjang. Pasalnya, dalam penggerebekan tersebut, polisi tidak menyertakan surat perintah. Selain itu, adanya dugaan bentrokan antara polisi dan anak buah kapal juga turut disesali.

Hal tersebut diungkapkan langsung Penasehat Hukum ED (pengusaha kepiting), menurutnya penggeladahan yang dilakukan polisi tidak disertai dengan surat perintah. "Perlu dicermati, terkait penangkapan dan penyitaan ini. Lain sisi, penegak hukum belum melewati prosedur," ujarnya, Selasa (1/5)

Bukan hanya itu, lanjut Mangatur, adanya dugaan bentrokan aparat polisi dengan dengan salah seorang anak buah kapal (ABK) sangat dia sesali. "Ini pasti akan berdampak pada budidaya kepiting sendiri. Padahal kan mau disortir," ungkapnya.

Dijelaskan Mangatur, saat kepiting kliennya diamankan polisi, disitu juga karyawannya sedang mengepak kepiting di salah satu gudang di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Karang Anyar Pantai. Berdasarkan hal tersebut, pihaknya keberatan. "Kalau ada tersangka, kami siap tempuh proses pra peradilan. Karena kan tidak pakai surat. Tujuannya penangkapan ini apa," katanya.

Di sisi lain, Kepala Balai Karantina Ikan, Umar menyatakan suda melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian. Menurutnya kepiting tersebut tidak mungkin diteliti dan dikemas dengan rapi. "Ini memang sengaja bukan untuk penelitian dan sengaja dibawa benihnya dalam jumlah banyak," pungkas Umar.(sas)