Kaltim Mulai Ditinggalkan Wisatawan Asing

Kaltim Mulai Ditinggalkan Wisatawan Asing

 

SAMARINDA,bekantan.co - Meski okupasi hotel meningkat, kunjungan wisatawan mancanegara justru menurun. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik  (BPS) Kaltim, melesunya kunjungan wisatawan lantaran sosialisasi tempat wisata masih kurang.

Hal itu disampaikan Kepala BPS Kaltim, Habibullah. Dia membeber kunjungan pada November 2017 lalu ada 417 kunjungan, menurun pada Desember menjadi 379 kunjungan, atau berkurang 38 kunjungan. Penghitungan lanjutnya dihitung berdasarkan Tingkat Penghuni Kamar (TPK). “Rata-rata mengalami penurunan. Dari Desember 2016 hingga Desember 2017 ada penurunan mencapai 762 kunjungan,” terangnya. 

Habib juga membeber asal negara wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kaltim tersebut. Ada tiga negara terbanyak yakni Singapura, Asutralia, dan Malaysia yang mencapai 40,52 persen. Sedangkan negara lain sebesar 59,48 persen. Untuk jumlah pengunjung, Singapura mendominasi dengan 977. Sedangkan Australia hanya 468 pengunjung disusul Malaysia dengan 449 pengunjung. Namun pihaknya tidak bisa membeber destinasi atau tujuan wisata dari wisman tersebut. Angka tersebut merupakan akumulasi dari Januari hingga Desember 2017. “Karena acuannya angka penginapan, jadi tujuan destinasi wisata tidak terakomodir,” terang Habib.

Sekretaris Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kaltim, Zulkifli mengutarakan wisman selalu ada setiap tahunnya. Tapi untuk angka menginap katanya tidak tentu. “Memang ada wisatawan asing yang menginap di hotel-hotel. Ya, kita bisa lihat saja di beberapa hotel di kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan,” terangnya. Disinggung adanya penurunan kunjungan, pihaknya mengaku tidak tahu. Namun yang jelas setiap hotel tetap harus berikan pelayanan. “Tahun ini kami optimis kunjungan bisa naik, termasuk dari turis asing,” pungkasnya.

Diketahui, berdasar Tingkat Penghuni Kamar (TPK) hotel di Kaltim meningkat meski tidak signifikan. Pada Desember 2017 sebesar 53,38 persen, meningkat 0,20 persen dibandingkan November yang hanya 53,19 persen. Adapun jika dibagi berdasarkan klasifikasi, hotel berbintang tiga lebih banyak dikunjungi yakni 57,73 persen. Sedangkan TPK terendah adalah hotel berbintang satu dengan 21,90 persen. Angka rata-rata menginap tamu pun berbeda.  Rata-rata lama menginap tamu nusantara adalah 1,66 hari. Sementara tamu mancanegara 2,47 hari. (Ina/puu)