Jembatan Megah Mahkota II Masih Menantikan Sertifikat

Jembatan Megah Mahkota II Masih Menantikan Sertifikat

 

SAMARINDA,bekantan.co - Babak baru bagi Jembatan Mahkota II di awal tahun siap dimulai. Selain menanti sertifikat kelaikan dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan (KKJT), penerangan jalan jembatan juga akan diperbaharui. 

Sertifikat kelaikan sendiri rencananya segera dikeluarkan tahun ini. Tapi sebelum itu harus melalui tahap akhir dari KKJT yakni rapat pleno. “Habis tahun baru mereka (KKJT, Red) mau pleno. Kita tinggal pleno baru dikeluarkan rekomendasi layak,” kata konsultan jembatan mahkota Taufik Reinaldi.

Pleno KKJT sendiri adalah tahap akhir. Biasanya jika diplenokan, rekomendasi sudah otomatis keluar. Taufik yakin jembatan yang kini memiliki nama Achmad Amins dianggap laik dilintasi semua jenis kendaraan, termasuk kendaraan bertonase tinggi. “Cuma kan akses pendukungnya belum siap seperti di Sungai Dama. Kalau ada tronton yang lewat di sana ‘kan sulit,” sambungnya. Artinya saat ini semua pihak sama-sama menunggu hasil dari KKJT tersebut.

Taufik menambahkan, semua pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan akan dipanggil ke Jakarta. Dia pun yakin sertifikat akan dikeluarkan. “Kalau pleno berarti dianggap selesai, kecuali rapat komisi berarti belum selesai,” jelasnya. Pengambilan sertifikat pun akan dilakukan Pemkot. Dia juga menambahkan saat ini pembangunan jembatan itu masih menyisakan utang sekitar Rp 16 miliar. Rencananya tahun ini akan dibayarkan bertahap. Tahap satu sudah dibayarkan. “Tahap dua Rp 8,7 miliar lalu tahap tiga Rp 7,1 miliar. Dijanjikannya 2018 tapi katanya sudah dianggarkan,” sambung Taufik.

Itu baru dari sisi pembangunan jembatan. Untuk penerangan anggaran baru bisa disediakan Maret mendatang. Kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Ismansyah pihaknya menunggu Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) OPD selesai dulu. “Maret itu paling lama, karena DPA kan terbitnya Januari,” jelasnya.

inilah bentuk jembatan Mahkota II yang masih menunggu sertifikat kelaikan dari KKJT

Untuk jumlah lampu penerang jalan sendiri pihaknya tidak hafal. Namun jumlah daya yang dibutuhkan adalah 150 watt. Kata Ismansyah daya tersebut masih dianggap rendah. “Yang penting menyala dulu. Nanti di 2019 baru bicarakan penambahan tiang lagi,” tambahnya.

Saat ini pihaknya tinggal menanti pemasangan dari PLN. “Nanti kami cek. Kalau enggak ada kerusakan berarti kan tinggal dinyalakan saja,” pungkasnya. (Ina/nus)