Jaring Wawali Samarinda 11 Kandidat Siap Tarung

Jaring Wawali Samarinda 11 Kandidat Siap Tarung

 

SAMARINDA,bekantan.co - Batas waktu pengembalian formulir pendaftaran bakal calon (balon) Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda yang dibuka Partai NasDem, berakhir Rabu (21/3/2018). Satu persatu kandidat datang mengembalikan berkas secara beruntun di Kantor DPW NasDem Jalan Gatot Subroto.

Dari belasan nama yang mengambil formulir dan mengembalikannya ke panitia penjaringan, mewakili hampir seluruh lapisan masyarakat. Mulai kalangan birokrat, pengusaha, tokoh masyarakat, politisi hingga mantan wakil bupati.

Sekitar pukul 10.00 Wita Mudiyat Noor yang pernah menjadi Calon Wali Kota Samarinda 2015 silam, pertama mengembalikan berkas. Kemudian disusul Ketua Kadin Kaltim, Dayang Dona Faroek pada pukul 11.25 Wita.

Lalu sekitar pukul 14.20 Wita, 4 kader NasDem datang secara bersamaan. Mulai dari Fatimah Asyari (Sekretaris DPW NasDem Kaltim) Saefuddin Zuhri (Anggota DPRD Kaltim), Joha Fajal (Anggota DPRD Samarinda), Zulfakar (Mantan Sekkot Samarinda), Yusuf Gufron (Mantan Wakil Bupati Kukar).

Keempatnya mendaftar sebagai bakal calon wawali secara bergantian. Masing-masing balon datang ke kantor DPW Nasdem ditemani para pendukung. Suasana kantor DPW NasDem siang kemarin tampak ramai. Sorak sorai antar pendukung menambah riuh gedung berlantai itu.

Kemudian, dilanjutkan pukul 16.13 Wita wakil ketua KONI Kaltim Muslimin datang mengembalikan berkasnya ditemani para pasukannya. Setelah itu mantan anggota DPRD Kaltim Nur Erwani juga turut mengantar berkas pendaftarannya. Terakhir Suriansyah juga turut mengantar berkas. 

Kedatangan mereka diterima Ketua tim penjaringan Bambang Susilo dan wakilnya, Ismail. Tercatat ada 14 orang yang mengambil formuilr pendaftaran balon wawali. Namun hanya 11 yang mengembalikan. Sisanya mengundurkan diri dari pencalonan.

Dari semua kandidat yang dimintai keterangan awak media, motivasi mereka maju sebagai bakal calon wawali karena ingin melanjutkan perjuangan alm Nusyirwan Ismail. Masih banyak problematika Samarinda yang perlu dituntaskan, seperti banjir, penataan Sungai Karang Mumus (SKM), jukir liar dan beberapa persoalan lainnya. 

Saefuddin Zuhri menyebut banyaknya pesaing justru menambah semangat dalam melahirkan calon Wawali yang berkualitas. Jawaban yang sama juga disampaikan balon lain. Gufron, wakil Bupati Kukar periode 2010-2015 ini mengaku pengalaman yang mengantarkannya ke pendaftaran Wawali Samarinda. 

“Saya berharap panitia memilih secara objektif. Sehingga bisa menghasilkan yang terbaik,” ungkap Gufron.

Mereka akan diseleksi oleh tim independen yang dibentuk NasDem. Tim ini melibatkan rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Prof Masjaya, dan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda Dr Ilyasin serta dua pengurus DPP NasDem.

Selanjutnya, pada Kamis (22/3) hingga Jumat (23/3) dilakukan seleksi administrasi. Kemudian keesokan harinya (24/3) pengumuman hasil seleksi berkas. Bagi yang lolos, kata Ismail, akan masuk tahap wawancara sampai Senin (26/3) depan.

“Keesokannya Selasa (27/3) sudah kita umumkan 5 nama yang lolos dan siap diserahkan ke DPP Nasdem di Jakarta untuk diputuskan dua nama,” terangnya.

Sebelumnya, asisten I Setkot Samarinda Hermanto sudah mengantar berkasnya ke kantor DPW NasDem pada Selasa (20/1) lalu. Dia datang sendirian, tidak ditemani siapapun. Hanya ada sopirnya. (Ina/nus)