DPRD angkat Bicara Terkait Pengadaan Mobil Penyedot Debu

DPRD angkat Bicara Terkait Pengadaan Mobil Penyedot Debu

 

SAMARINDA,bekantan.co - DPRD kembali mengkritik mobil penyedot debu yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kritikan itu disampaikan anggota Komisi I Adigustiawarman, kemarin (7/8).

Politisi Golkar ini mengatakan pengadaan mobil itu dinilai tidak tepat sasaran dengan kondisi jalan di Samarinda. Rata-rata jalan protokol tidak rata dan berlubang sehingga tidak cocok menggunakan mobil tersebut.  "Itu barang Mubasir. Tidak tepat beroperasi. Pengadaan yang sia-sia," ungkapnya.

Selain itu, kata Adi biaya perawatan pun cukup berat. Sangat membebankan APBD. Dia menuding tidak kajian matang atas pengadaan barang itu.

"Beli mahal-mahal tapi tidak efektif digunakan. Buat apa," tukasnya.  Dia lalu mencontohkan seperti water master yang didatangkan dari Finlandia senilai Rp 14 miliar namun nyaris tak ada hasilnya. Kerja water master seakan tidak kelihatan.

"Sama seperti water master. Apa yang kita rasakan, tidak ada kan," serunya.

Dia berharap agar segala jenis pengadaan barang di tahun ini perlu ada kajian teknis yang jelas. Sehingga keberadaan barang tersebut bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan di Kota Samarinda.

Kendati demikian, menurut Adi semua kendala yang dihadapi Pemkot di tahun-tahun sebelumnya tetap menjadi bahan evaluasi bagi DPRD maupun seluruh mitra kerja di lingkungan pemerintah kota.

"Kita saling mengingatkan agar hal-hal seperti itu tidak boleh terulang kembali," tutup Adi. (Ina/nus)