Imigrasi Akui 28 Atlet Tidak Berangkat Lewat Jalur Resmi

Imigrasi Akui 28 Atlet Tidak Berangkat Lewat Jalur Resmi

Bermasalah dengan dokumen, 28 atlet saat tiba di Pelabuhan Tunontaka, Nunukan Utara setelah dipulangkan oleh petugas Marine Malaysia 

NUNUKAN, bekantan.co - Atlet Nunukan yang ditangkap aparat Malaysia pada tanggal (15/3) lalu, sudah di pulangkan hari ini (Selasa. 27/3) sekitar pukul 16.59 Wita. Diketahui, Warga Negara Indonesia (WNI) yang merupakan atlet voli serta sepak bola amatir dari Nunukan berencana melakukan pertandingan persahabatan di Malaysia.

Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Lalu Lintas dan Status Keimigrasian Kelas II Nunukan, Jumiyon mengatakan, 28 atlet asal Nunukan akan di deportasi oleh Marine Malaysia hari ini ke Indonesia.

"Karena 28 orang ini tidak memiliki dokumen dan keberangkatan. Lagi pula mereka juga tidak melalui pelabuhan resmi untuk keluar masuk yang sudah di tentukan", ungkapnya, Selasa (27/3/2018).

Lanjutnya, ia juga menghimbau, jika ada kegiatan serupa atau budaya lain, agar meminta informasi terkait keberadaan di negara asing (Malaysia). "Sebelum melakukan kegiatan sebaiknya diskusikan terlebih dahulu bersama kami. Begitu juga saat mengundang Warga Negara Asing (WNA)", tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nunukan, M. Thoyib mengatakan, 28 atlet tersebut berangkat secara pribadi. Ditambah lagi pihaknya juga tidak menerima konfirmasi daftar nama yang bertolak ke Malaysia.

"Jika pemain bola bukan atas nama PSSI atau nama klub itu bisa dikatakan tidak resmi. Begitu juga voli, ada naungannya", jelasnya.

Untuk diketahui, pertandingan bola voli yang diadakan oleh sesama kerabat suku Tidung baik dari Malaysia maupun Indonesia itu merupakan kegiatan rutin. Sehingga menjadi kebiasaan saling mengunjungi kegiatan dalam rangka mempererat tali silaturahmi. Namun sangat di sayangkan 28 atlet ini tidak memiliki dokumen dan akhirnya ditahan oleh aparat Marine Malaysia.(wan/sas)