Hoax !! Postingan Pelaku Curanmor yang Viral Tidak Dibenarkan Polres Tarakan

Hoax !!  Postingan Pelaku Curanmor yang Viral Tidak Dibenarkan Polres Tarakan

 

TARAKAN,bekantan.co - Rawannya Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) di Kota Tarakan membuat resah warga Tarakan. Apalagi terlihat adanya postingan akun di media sosial (Medsos) Facebook Peduli Kota Tarakan (PDKT) dengan adanya tulisan bahwa pelaku curanmor dengan gambar Ibu-ibu yang ditangkap dan melawan petugas.

AKBP dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Ipda Taharman, saat ditemui di ruang kerjanya, mengatakan jika informasi yang beredar dan viral di media sosial tersebut adalah berita bohong (Hoax). “Jadi Postingan itu tidak benar (Hoax), memang ada laporan dari seorang mahasiswa yang menjadi korban. Namun tersangka atau pelaku masih kita buru,” jelasnya Kamis,(15/3/2018).

Lanjut Taharman, laporan curanmor tersebut telah diterima pihak Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tarakan pada ini hari (15/3/2018) sekitar pukul 15.00 Wita ada seorang yang bernamakan Rizky (18) bahwa ia telah kehilangan motor dirumahnya yang terletak di Jalan Imam Bonjol RT 23 Kelurahan Pamusian.

“Kita sudah terima laporannya itu, yang dimana kemarin (14/3) sekitar 00.00 Wita Rizky saat pulang dari rumah kerabatnya dan pada saat sampai dirumahnya itu ia melihat motornya itu yang bernomor polisi KT 4548 JE,” lanjutnya.

Selain itu, diketahui kendaraan sepeda motornya tersebut bermerek Honda Scopy berwarna merah, sebelum kehilangan terparkir tepat di dalam pagar rumah korban. “Akibat kehilangan itu Rizky mengalami kerugian sebanyak Rp 8 Juta dan pelaku masih diburu pihak Kepolisian Polres Tarakan,” bebernya.

Ipda Taharman juga menghimbau kepada masyarakat, agar tidak menyebarkan berita bohong seperti postingan Facebook tersebut karena bisa meresahkan masyarakat. “Padahal kemarin-kemarin sudah ada Deklarasi Anti Berita Hoax baik dari RT, Kelurahan dan Kecamatan masing-masing dengan tujuan agar masyarakat bisa bijak dalam mengunakan Media Sosial (Medsos) Karena itu bisa mengadu domba dan bisa membuat perselisihan,” tambahnya.(mad/nus)