Hetifah Meminta Kaltim Harus Miliki Wisata Sungai

Hetifah Meminta Kaltim Harus Miliki Wisata Sungai

SAMARINDA,bekantan.co - Pariwisata Kaltim masih perlu berbenah. Sedikitnya okupasi hotel baik oleh wisatawan asing maupun domestik harus menjadi perhatian. Hal ini pun mendapat sorotan dari anggota komisi II DPR RI dapil Kaltim Hetifah Sjaifudian. Dia mengatakan Kaltim harus punya pariwisata khusus yang ingin ditonjolkan. Hetifah menyarankan agar Kaltim memfokuskan wisata pada daerah sungai. “Wisata khusus berbasis sungai saya kira yang belum dikembangkan,” katanya disela-sela gathering bersama awak media.

Dia menambahkan wisata jelajah Sungai Mahakam di Samarinda salah satunya. Namun tak cuma itu. Di daerah pedalaman pun lanjutnya masih ada objek wisata sungai seperti Mahulu yang kerap menjadi tempat arung jeram. Sayangnya memprioritaskan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. “Ongkosnya masih kemahalan karena terkendala infrastruktur,” bebernya.   

Solusi lain adalah wisata yang terintegrasi atau menggunakan sistem paket. “Misalkan paket wisata ke Kukar-Samarinda-Kubar, atau daerah lainnya. Sekarang susah karena wisatanya masing-masing,” tegasnya. Politikus Golkar ini pun menambahkan harus ada terobosan untuk mengembangkan pariwisata Kaltim. Saat ini baru Berau yang menjadi andalan pemprov memasarkan potensi wisata.

Disisi lain dia juga mengingatkan agar pemerintah hati-hati terhadap kepemilikan lahan wisata. “Di Maratua dan lainnya ada ownership asing yang menggunakan nama kepemilikan lokal. Harus hati-hati soal kepemilikan tanah kalau ada persoalan nantinya,” jelas Hetifah. 

Sementara itu berdasarkan data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim jumlah kunjungan wisatawan domestik menurun awal tahun ini. Hal ini dibuktikan pada menurunnya Tingkat Penghunian Kamar (TPK) sebesar 48,28 persen. Padahal pada Desember tahun lalu TPK hotel berbintang sebesar 53,38 persen dengan kata lain mengalami penurunan 5,11 poin. Kepala BPS Kaltim Atqo Mardiyanto. “Dari keseluruhan tamu hotel, rata-rata lama menginap di hotel berbintang pada bulan Januari 2018 lebih rendah jika dibanding Januari 2017,” kata Kepala BPS Kaltim Atqo Mariyanto. 

Jika diamati kurun waktu Januari 2017 dan 2018, rata-rata lama tamu menginap paling terlama justru pada Agustus 2017 yaitu sebesar 1,95 hari. “Untuk bulan April 2017 justru tersingkat hanya menginap 1,66 hari,” bebernya lagi. Untuk tamu domestik meski turun namun tidak signifikan. “Turunnya 0,11 kalau dibandingkan antara Desember 2017 dengan Januari 2018,” terangnya. (Ina/nus)