Hendak Gadai Hasil Curian, Pencuri Solar Cell Akhirnya Terciduk

Hendak Gadai Hasil Curian, Pencuri Solar Cell Akhirnya Terciduk

TARAKAN,bekantan.co - Beberapa pekan lalu Dinas Perhubungan telah kehilangan solar cell (panel tenaga surya), berkat hasil penyelidikan oleh unit Jatanras berhasil mengamankan satu pelaku berinisial ST pada Rabu lalu (7/3), sekitar pukul 19:00 Wita di Kelurahan Selumit Pantai.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Ipda Taharman mengatakan, sebelum ST terciduk, pihak Kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat jika ada seseorang yang hendak menggadaikan solar cell kepada salah seorang pengusaha tambak. “Jadi petugas itu dengar informasi-informasi masyarakat yang bernama Edi, mendengar informasi itu, petugas langsung mengembangkan dan berhasil mendapat ST si pelaku pencurian solar cell itu,” jelasnya saat ditemui diruangannya, Jumat (9/3/2018).

Usai mengamankan ST, petugas langsung membawa tersangka ke Mako Polres Tarakan guna untuk diperiksa lebih lanjut. Setelah itu, Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Satreskrim Polres Tarakan langsung mengintrogasi tersangka. “Dari pengakuannya, ST mengambil solar cell di 4 tempat berbeda. Yakni, di Jalan Mulawarman, didepan Kantor Wali Kota ST mengambil dua unit solar cell, dan di kawasan Islamic Center,” tegasnya.

Parahnya lagi, dari pengakuan tersangka, ia menggunakan perkakas untuk membongkar unit solar cell, tersangka juga mengakui jika ia menjualnya dengan harga Rp 400 untuk satu unitnya. “Jadi tersangka memulai aksinya sekitar malam hari, jadi tunggu jalan sepi dulu, baru melakukan aksinya itu,” ujarnya. Saat ini petugas Kepolisian masih melakukan tahap pengembangan pasalnya dicurigai tersangka tidak beraksi sendiri. “Tidak mungkin sendiri, sedangkan berat solar cell itu ada hampir 10 kilogram, jadi kita akan selidiki,”tambahnya.

Akibat ulah tersangka tersebut, ST dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dan diancam kurungan maksimal 5 tahun penjara. “Saat ini tersangka sudah kita amankan di Rutan Polres Tarakan guna dilakukan penyelidikan,” pungkasnya.(Mad/nus)