Gugat Perusahaan Anda! Jika Gaji Tak Sesuai UMK

Gugat Perusahaan Anda! Jika Gaji Tak Sesuai UMK

 

SAMARINDA,bekantan.co - Upah Minimum Kota (UMK) Samarinda 2018 sudah diketok pada awal Desember 2017. Namun sebagian besar perusahaan belum memenuhi kewajiban menaikan standar gaji karyawan sesuai angka yang sudah ditetapkan. Atas dasar itu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda mengimbau agar perusahaan yang bersangkutan tak boleh menutup mata. 

Kepala Disnaker Samarinda, Erham Yusuf mengatakan, dari pantauan lapangan ditemukan beberapa perusahaan belum menaikan UMK. Dari tahun lalu Rp 2,4 juta menjadi Rp 2,6 juta di tahun 2018. 

Untuk alasan lain, Erham belum bisa membeberkan perusahaan apa saja yang menggaji karyawannya di bawah UMK. Saat ini pihaknya masih terus melakukan penelusuran. Disnaker Samarinda juga sudah melakukan pemanggilan terhadap perusahaan bersangkutan untuk dilakukan klarifikasi. 

“Kita sedang telusuri permasalahannya. Kenapa tidak menaikan standar gaji UMK. Apakah terancam bangkrut atau bagaimana. Kita belum tahu,” ungkapnya, kemarin (15/3). 

Mantan Kepala Kesbangpol ini juga mengimbau kepada karyawan yang merasa belum menerima hak sepenuhnya agar melapor ke Disnaker Samarinda untuk ditindak lanjuti.

“Segera mereka (karyawan, Red) lapor. Atau bisa menempuh jalur hukum. Jika perusahaan cuek dengan urusan UMK ini,” tuturnya. 

Gugatan hukum itu, kata dia diakomodir dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. 

Meski demikian, tak semua perusahaan nakal. Ada beberapa perusahaan sudah menyesuaikan kewajibannya dengan memberlakukan UMK baru. Itu tata-rata perusahan besar. Dari hasil tinjauan Disnaker ke beberapa perusahaan besar seperti perusahaan kayu Sumalindo yang berlokasi di Loa Janan dan beberapa perusahaan tambang lainnya sudah memberlakukan UMK baru.  

“Memang sementara waktu pantauan kita perusahaan yang karyawannya relatif cukup besar seperti perusahaan kayu, Pertambangan dan lainnya. Rata-rata mereka sudah berlakukan,” tuturnya. 

Diketahui, Upah Minimum Kota (UMK) Samarinda tahun 2018 ditetapkan pada akhir awal Desember lalu sebesar Rp Rp 2.654.894. Ada kenaikan sebesar Rp 246.332 dari UMK 2017 Rp 2.408.562. Penetapan tersebut berdasarkan surat keputusan (SK) Gubernur Kaltim Nomor 561/K.758/2017 dan diberlakukan pada 1 Januari lalu. (Ina/nus)