Ekonomi Lesu, Banyak Masyarakat Berpergian ke Luar Negeri

Ekonomi Lesu, Banyak Masyarakat Berpergian ke Luar Negeri

SAMARINDA,bekantan.co - Meski melemahnya ekonomi beberapa tahun belakangan, tidak menyurutkan warga Kota Tepian bepergian ke luar negeri. Ini dilihat dari jumlah orang yang menguruskan passport di kantor imigrasi klas I Samarinda, Jalan Juanda, Samarinda. Hampir setiap bulan kurang lebih 70-100 orang mengurus dokumen perjalanan luar negeri. Demikian disampaikan Kasi Informasi dan sarana komunikasi kantor imigrasi klas I Samarinda, Arlina Syamsinar, Sabtu (24/3/2018).

Dia mengungkapkan jumlah pengurusan dokumen passport tahun ini pada Juli sebesar 1.628 orang, kemudian naik pada Agustus 1.756 orang. Jumlah ini menurun pada bulan September menjadi 1.402 orang. Jika dikalkulasikan pertahun pada 2013 berjumlah 23.805 orang. Naik pada 2014 menjadi 24.068 orang. kemudian turun lagi pada 2015 menjadi 21.032 orang dan naik menjadi 22.612 orang pada tahun 2016.“ Fluktuatif, tapi jika dirata-rata memang cenderung menurun,” kata dia.

Dari jumlah pengurusan passport ini, kata Alrina lebih didominasi tujuan wisata dan umroh. Selain itu dampak ekonomi, wanita berhijab ini menyebut naik turunnya pengurusan passport juga dipengaruhi waktu liburan sekolah atau kerja. Lazimnya pada waktu habis ujian sekolah atau semesteran tingkat pengurusan passport meningkat. Begitu juga sebaliknya jika waktu masuk sekolah atau kerja, maka tingkat pengurusan passport menurun.

Kendati demikian pihaknya, tambahnya Arlina terus mendorong kemudahan dalam proses pembuatan passport. Ada opini yang berkembang dimasyarakat bahwa pengurusan passport sulit dibantahnya. Menurutnya opini itu harus ditekan karena proses pengurusan dokumen itu hanya butuh waktu 4 hari sesuai standar operasinoal prosedur (SOP). Apalagi pengurusan passport pergantian akan lebih cepat.

“Kecepatan pengurusan dokumen ini sebetulnya mudah dan cepat. Memang ada pertimbangan jaringan yang bagus untuk mengkoneksi data ke pusat. Tapi juga yang menjadi kendala kadang datang dari data pengurus yang berubah-ubah. Misalnya terjadi kesalahan nama, alamat, dan seterusnya. Kita butuh merubah lagi data dari pusat,” terang dia.

Hal itu tentu membuat kerja verivikator sedikit lambat karena harus mengkoreksi data. Sehingga mencetaknya pun sedikit lambat. Tapi dia memastikan semua berjalan lancar dan cepat asalkan semua persyaratan dokumennya lengkap. Selain itu, proses pembayaran pun sudah dilakukan melalui via bank. Sehingga dipastikan tidak ada tindakan oknum yang memanfaatkan kesempatan untuk melakukan tindakan punguatan liar.  

Seperti yang dilansir dalam website resmi Kantor Imigrasi klas I Samarinda, Direktorat Jenderal Imigrasi menerapkan kebijakan penggunaan Sistem online dalam semua layanan Izin Tinggal Keimigrasian. Layanan ini meliputi antrean dan prosedur pembayaran melalui Bank SIMPONI (Sistem Informasi Penerimaan Negara Bukan Pajak Online). Penerapan sistem online ini akan berlaku di seluruh Kantor Imigrasi mulai Jumat 29 September 2017.

Direktur Izin Tinggal Keimigrasian Yudanus Dekiwanto mengatakan bahwa pemberlakuan sistem online ini mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo dalam menarik investor ke Indonesia. Saat ini Ditjen Imigrasi telah menerapkan beberapa metode untuk mempermudah pengurusan Izin Tinggal Keimigrasian bagi Orang Asing yang tinggal di Indonesia.

“Selama ini salah satu kendala dalam mendatangkan investor yaitu kendala dalam pengurusan ITAS (Izin Tinggal Terbatas). Nah ini kami mencoba memperbaiki dengan cara mengubah dengan sistem online, lalu pembayaran di bank untuk menghindari pungli, dan kemudian dengan adanya pemotongan birokrasi,” tuturnya dalam Sosialisasi Penerapan Izin Tinggal online di Aula Ditjen Imigrasi Jakarta belum lama ini.

Kepala Bagian Keuangan Phoe Saefullah di hadapan peserta sosialisasi mengungkapkan beberapa keuntungan penerapan sistem online. Di antara keuntungan tersebut antara lain, pengelolaan PNBP lebih akuntabel karena berbasis online. Di samping itu juga pemohon diberikan kebebasan untuk membayar secara tunai melalui bank atau kantor pos dan non tunai melalui ATM (Anjungan Tunai Mandiri), internet banking dan mesin EDC.

“PNBP Keimigrasian ini nantinya langsung disetor ke kas negara dan tidak ada perputaran uang di Imigrasi. Di samping itu kita juga mendukung terwujudnya implementasi SIMPONI dalam pengelolaan PNBP Izin Tinggal Keimigrasian,” jelasnya.

Kepala Seksi Izin Tinggal Terbatas Direktorat Izin Tinggal Keimigrasian Tessar Bayu Setyaji selaku narasumber dalam sosialisasi tersebut mengatakan dalam paparannya bahwa Sistem online ini sudah diujicobakan di 15 Kantor Imigrasi sejak 1 Juni 2017. Semenjak diterapkan dalam ujicoba tersebut Ditjen Imigrasi terus melakukan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan sistem baru ini. Kendala dan permasalahan di Kantor Imigrasi menjadi masukan bagi Tim perumus kebijakan di Ditjen Imigrasi untuk meningkatkan sistem pelayanan bagi Orang Asing.

“Semangatnya adalah paperless (tanpa kertas) dan tidak ada map berjalan di Imigrasi untuk memangkas birokrasi. Siapapun petugasnya harus lewat sistem online. Semua berkas dipindai per layanan. Sehingga tidak ada lagi persetujuan melalui surat manual, tidak ada surat fisik,” tegasnya. (Ina/nus)