dr. Ari Yusnita Bersama Kementrian ESDM Memberikan Bantuan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE)

dr. Ari Yusnita Bersama Kementrian ESDM  Memberikan Bantuan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE)

bekantan.co, Malinau, Kalimantan Utara - Anggota Komisi VII DPR RI dr.Ari Yusnita Bersama Kemntrian ESDM Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Ditjen EBTKE Noor Arifin Muhammad,minggu (19/08/2018).

Bantuan lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) usulan Anggota DPR RI dr.Ari Yusnita yang diberikan oleh Kementerian ESDM melalui Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) sangat bermanfaat bagi masyarakat Pedesaan karena dapat menghemat biaya pengeluaran rumah tangga perbulannya untuk kebutuhan listrik mereka.

"Lumayan sekali lah. Dari sebelumnya Rp85 ribu sebulan untuk pemakaian listrik, kini hanya Rp50 ribuan saja per bulan. Itu untuk solar diesel buat nyalain TV atau yang lebih besar dayanya," kata Thomas, seorang warga desa, Minggu.

Pria berusia 56 tahun ini pun menceritakan, bahwa sebelumnya warga desanya hanya mengandalkan generator diesel berbahan bakar solar untuk mendapatkan listrik. Namun selain harga yang mahal, solar ternyata masih sangat sulit mereka dapatkan. Karena itu, tak jarang mereka harus merasakan suasana gelap gulita di malam hari.

"Memang agak susah, karena kami punya diesel ini kan sering enggak ada minyak, karena minyak kita serba kurang apa lagi minyak kita harus ke kota baru bisa dapat. Jadi dengan adanya LTSHE ini kita sangat berterima kasih," terangnya.

Selain itu, manfaat bantuan LTSHE itu pun juga dirasakan murid-murid SD, Matius Ubang (33), salah seorang guru sekolah tersebut mengungkapkan bahwa LTSHE ini sangat membantu para siswa untuk belajar di malam hari, tanpa perlu memakai lampu kaleng yang menggunakan minyak tanah lagi.

"Kalau pakai lampu kaleng itu kadang-kadang jadi hitam hidung mereka. Sekarang mereka bisa belajar di malam hari. Kan listrik disini maksimal sore sudah mati," ucap dia.

Selain untuk penerangan, LTSHE ini pun ternyata bisa dipakai untuk mengisi daya telepon seluler, sebab dilengkapi pula dengan kabel pengisi daya berbagai tipe colokan. Dengan adanya manfaat yang cukup banyak tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat disana.

"Kami sangat berterima kasih ke pada ibu dr.Ari Yusnita atas usulan LTSHE ini dan  Kementerian ESDM beserta Pak Presiden Joko Widodo yang telah memberikan bantuan melalui nawa cita," tutur Kepala Desa, Markus Aran.

Kepala Badan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara Kristian mengapresiasi bantuan lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) yang diberikan Kementerian ESDM melalui Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) kepada warga Desa, Malinau, Kalimantan Utara.

Menurut Kristian, ini merupakan bukti bahwa pemerintahan RI dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo benar-benar memperhatikan pembangunan di daerah-daerah terpelosok yang masih belum teraliri listrik.

"Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah, yang telah sangat membantu warga kami, khususnya anak-anak kita yang sangat berguna dalam proses belajar mengajar," kata Kristian dilokasi penyerahan LTSHE, Kabupaten Malinau, Kaltara, Minggu.

Dia menjelaskan, kondisi kelistrikan di Kabupaten Malinau sendiri memang masih jauh dari kata cukup, sebab mereka masih harus menyuplai Kecamatan Lumbis yang sebenarnya sudah merupakan wilayah Kabupaten Nunukan. Oleh karena itu, untuk penerangan lampu jalan saja mereka masih belum bisa optimal.

"Sebenarnya semua desa ada listrik, tapi masih pakai generator diesel. Kalau yang dikelola PLN itu hanya di sekitar kota saja. Ibukota dan sekitar ada lima kecamatan saja," ujarnya.