DPUTR Belum Bisa Pastikan Perbaikan Jembatan Miring

DPUTR Belum Bisa Pastikan Perbaikan Jembatan Miring

Nampak pengendara motor melalui sisi yang tinggi untuk mencari jalur yang aman di jembatan miring di RT 26, Kelurahan Selumit Pantai, Rabu (21/3/2018)

TARAKAN, bekantan.co - Hampir tiga tahun lamanya, jembatan di RT 26 Kelurahan Selumit Pantai (belakang kantor BRI) tak kunjung diperbaiki pemerintah. Dalam kondisi miring, jembatan tersebut masih saja dilalui. Bahkan insiden warga terjatuh tak bisa dihindarkan.

Salah seorang warga sekitar, Tirta Jaya menyatakan, konstruksi awal bangunan tidak sesuai. Pasalnya semenisasi tidak kuat menahan kendaraan yang melintas di jalan tersebut. "Kan di dalam ini lumpur, makanya engga kuat. Makin teturun, jadi patah lah di ujung jembatan," keluhnya saat ditemui di rumahnya, Rabu (21/3/2018)

Terpisah, Ketua RT 26, Hasni mengaku, pada bulan Februari lalu ada kontraktor bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Tarakan sudah meninjau lokasi. Kemungkinan, di bulan April pemerintah sudah melakukan perbaikan jembatan tersebut. "Rencana ada pelebaran juga dari depan jalan. Masing-masing 1 meter di kiri dan kanan jalan," ungkapnya.

Jika terjadi insiden (pengendara jatuh), lanjut Hasni, ia beberapa kali didatangi warga untuk meminta pertanggungjawaban. Bahkan, Walikota Tarakan, Sofian Raga sudah beberapa kali  meninjau lokasi. Namun alasannya masih terkendala dengan anggaran. "Untuk anggaran Rp 500 juta engga cukup bu, kata pak Sofyan begitu. Karena harus di beton," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga, DPUTR Tarakan, Mohdi menyatakan, terkait penataan pemukiman di pesisir, ia selanjutanya akan berkoordinasi dengan bidang Cipta Karya. Biasanya, jika masih dalam kawasan program penataan, anggaran perbaikan juga dijadikan satu dalam waktu jangka menengah. "Untuk sementara masih keterbatasan usulan lain. Itu yang kami belum bisa lakukan seperti apa penanganan dalam waktu dekat," singkat Mohdi saat dihubungi melalui sambungan telepon.(sas)