Diduga Melanggar UU Pemberantasan Tipikor, Kasus Dua Oknum ASN Siap Digelar

Diduga Melanggar UU Pemberantasan Tipikor, Kasus Dua Oknum ASN Siap Digelar

TARAKAN, bekantan.co - Adanya laporan masyarakat terkait dugaan korupsi pengadaan lahan dibawah 5 hektare pada tahun 2015 lalu masih terus berlanjut. Muncul dugaan, dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di lingkungan Pemkot Tarakan terlibat dalam anggaran Rp 2 miliar lebih tersebut. 

Bahkan fakta-fakta baru dalam waktu dekat akan terungkap jika kedua oknum tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka. Menanggapi hal ini, Kapolres Tarakan, AKBP Dearystone M.H.R Supit melalui Kasat Reskrim, AKP Choirul Yusuf menyatakan, akan menetapkan status tersangka di bulan Maret ini bersama Polda Kaltim terhadap dua oknum tersebut. "Kami akan pastikan dulu tersangkanya, setelah gelar perkara," ungkapnya saat dijumpai di ruang kerjanya, Rabu (14/3/2018)

Diakuinya, laporan kasus tersebut sebenarnya pada 2017 lalu dan baru naik ke tahap penyidikan di Januari kemarin. Hingga saat ini, kedua oknum tersebut diduga melanggar pasal 2 dan 3 Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). "Keterangan ahli sudah kami minta terkait nilai lahan yang dibebaskan Pemkot Tarakan," bebernya.

Dijelaskan Choirul, tim apresial yang menangani pengadaan lahan menduga dua oknum menyalahi aturan pengadaan. "Nanti Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) yang menilai, untuk harganya di up sampai berapa persen," imbuhnya.

"Untuk lahan ini kan tidak bergerak dan dipakai juga sama Pemkot. Seharusnya tidak boleh pinjam pakai juga, kan hanya kepentingan fasilitas pemerintah," pungkas pria berpangkat tiga balok ini.(sas)