Dari Sini Asal 25.408 Double L Yang Diamankan Satreskoba

Dari Sini Asal 25.408 Double L Yang Diamankan Satreskoba

Kedua pelaku (berbalik belakang) saat diperlihatkan pada media  didampingi Kasat Reskoba Polres Tarakan, Iptu Bahrul Ulum dan Perwira Urusan Subbag Humas, Ipda Taharman di ruang kerja Satreskoba, Selasa (6/3/2018)

TARAKAN, bekantan.co – Kepemilikan obat Double L dalam jumlah banyak kembali ditangani Unit Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Tarakan. Dalam sehari, aparat kepolisian mengamankan sebanyak 25.408 butir pil yang semestinya ditujukan untuk obat batuk ini.

Diketahui, kedua pelaku ini berinisial AB (44) dan SA (21) dan diamankan di dua lokasi yang berbeda-beda, pada Senin (5/3/2018) sekitar pukul 21.30 Wita.

Dalam penangkapan tersangka pertama yang berinsial AB, diamankan dirumahnya yang terletak di Jalan Yos Sudarso RT 02, Kelurahan Selumit Pantai. Berawal dengan adanya laporan masyarakat, bahwa di Jalan tersebut sering dijadikan tempat transaksi obat-obatan terlarang. "Saat kami lidik, dia (AB) lagi tunggu pembeli di depan rumahnya," ujar Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Ipda Taharman, saat dijumpai di ruang kerjanya, Selasa (6/3/2018)

Barang bukti yang berhasil disita aparat kepolisian

Usai mencurigai laki-laki tersebut, lanjut Taharman, petugas langsung mendatangi rumah tersebut dan melakukan penangkapan serta pengeledahan. Akhirnya pihaknya mendapati 1 bungkus plastik warna hitam dengan berisikan 74 butir obat Double L yang ditaruh diatas lemari piring. “Kami juga dapati Double L 1 bungkus di lantai 2 sebanyak 1.630 butir yang disimpan didalam lemari pakaian tersangka,” ungkapnya.

Tidak sampai disitu, pelaku berinisial SA juga turut diamankan dikarenakan gerak-gerik yang mencurigakan. Saat dikembangkan ke rumahnya di Jalan Belimbing RT 13, Kelurahan Kampung Empat sekitar 22.00 Wita. Alhasil, petugas kembali mendapati 1 bungkus pelastik bening berisi 1000 butir pil Doubel L. "Kami juga dapati 21 plastik bening sebanyak 21.000 butir pil yang sama. Jadi total semua (barang bukti) sebanyak 25.408 butir," beber pria berpangkat balok satu ini.

Dari pengakuan kedua tersangka, obat tersebut dikirim dari Samarinda melewati jalur darat dan parahnya lagi transaksi tersebut sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Keduanya juga menjual 3 butir pil seharga Rp 10.000 "Dua tersangka ini dikenakan pasal 197 Junto 196 Undang-Undang Kesehatan no 36 tahun 2009 ancaman paling lama 15 tahun.(mad/sas)