Begini Komentar KPU Samarinda, Terkait Kosongnya Kursi Wakil Wali Kota

Begini Komentar KPU Samarinda, Terkait Kosongnya Kursi Wakil Wali Kota

SAMARINDA, bekantan.co - Wafatnya Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail membuat kursi nomor dua di Balaikota masih kosong. Lantas siapa yang akan mengisi?

Ketua KPU Samarinda, Ramaon Dearnov Saragih mengatakan sesuai mekanisme pergantian wakil wali kota Samarinda akan diusulkan tiga partai pengusung pemenang Pilwali 2015 lalu yakni Demokrat, Nasdem dan PKS.

Ketiga partai ini maksimal mengusulkan dua nama kepada DPRD Samarinda melalui wali kota Samarinda. Hal itu diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati,dan wali kota menjadi undang-undang.

Pada pasal 176 ayat 1 menyebut wakil wali kota yang berhenti karena meninggal dunia, permintaan sendiri, atau diberhentikan, maka pengisian dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD provinsi atau DPRD kota berdasarkan usulan dari partai politik atau gabungan partai politik pengusung.

Kemudian, pada ayat 2, pengusulan dua nama tersebut kepada DPRD melalui Gubernur, Bupati, atau Wali kota, untuk dipilih dalam rapat paripurna DPRD.

Pengisian kekosongan jabatan wakil wali kota dilakukan jika sisa masa jabatannya lebih dari 18 (delapan belas) bulan terhitung sejak kosongnya jabatan tersebut.

“Nanti KPU akan mengeluarkan surat keterangan daftar pemilih tetap (DPT). Karena salah satu syarat menjadi pemimpin itu harus memiliki hak dipilih dan memilih,” tegas Ramaon.

Selain itu, lanjut Ramaon, nama yang diusulkan oleh partai politik harus memenuhi syarat pendidikan, kesehatan dan lainnya. Terpisah, Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Kaltim, Edy Russani mengaku belum menggelar rapat terkait usulan calon wakil wali kota Samarinda pengganti Nusyirwan.

Alasannya, masih dalam susana berduka pasca meninggalnya Nusyirwan Ismail.“Masih menunggu arahan Ketua DPD Demokrat Kaltim, Syaharie Jaang. Kita belum ada rapat,” ungkapnya.

Ketua DPRD Samarinda, Alphad Syarif mengaku pihaknya masih menunggu usulan nama masuk. Setelah itu baru di proses. “Kita masih menunggu,” lanjutnya. (Ina/nus)