Begini Komentar Irianto Terkait Kedatangan Panglima TNI

Begini Komentar Irianto Terkait Kedatangan Panglima TNI

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto (kanan) bersama Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian (belakang) saat tiba di landasan apron Mako Lanud Tarakan, Rabu (28/3/2018). (IST)

TARAKAN, bekantan.co - Kedatangan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian merupakan kali pertama di Tarakan. Dengan disambut Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, kedua petinggi TNI dan Polri ini tiba sekitar pukul 14.30 Wita.

Berdasarkan pantauan bekantan.co, lima helikopter langsung bertolak ke Sebatik, Kabupaten Nunukan. Tujuannya untuk meninjau pos serta patok perbatasan di daerah Aji Kuning serta perairan Ambalat.

Berselang empat jam kemudian atau sekitar pukul 19.00 Wita, rombongan kedua petinggi tersebut bertolak kembali ke Mako Lanud Tarakan. "Kan sudah tadi (wawancara di Sebatik)," ujar Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto saat memasuki gedung aula Lanud Tarakan, Rabu (28/3/2018)

Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie menyampaikan, kedua pejabat tinggi tersebut sempat melihat kondisi perairan Karang Unarang dari balik helikopter.

“Ini kan masih status quo. Nanti jadi bahan laporan evaluasi beliau dan dikoordinasikan dengan Menteri yang terkait, misalnya Menteri Luar Negeri untuk menjadi bahan perundingan dengan Malaysia,” jelasnya.

Dijelaskannya, terkait laporan dari Komandan Perbatasan (Kepala Satgas Perbatasan Indonesia Malaysia Letkol Rio Neswan), tim survey TNI melakukan pencarian selama sebulan untuk menemukan patok batas yang hilang selama kurang lebih 41 tahun, ternyata patok tersebut masih ada. Adapun kendala TNI, diakuinya, lokasi patok yang berada pada ketinggian gunung 1.800 meter.

"Ini kan wewenang pusat. Jadi yang lebih berkompeten melaporkan kawasan perbatasan dan patok batas kita di Kaltara kan beliau (Panglima TNI),” paparnya.(sas)