Aroma Pilgub di Kursi Wawali, Lima Nama Ramaikan Bursa

Aroma Pilgub di Kursi Wawali, Lima Nama Ramaikan Bursa

 

SAMARINDA,bekantan.co - Dua pekan mengalami kekosongan, kursi wakil wali kota Samarinda kini jadi perhatian utama. Nama-nama calon pengisi dari tiga partai pengusung maupun di luar partai pengusung mulai bermunculan.

Di Partai NasDem ada Joha Fajal dan Sri Lestari. Kemudian, Demokrat ada Viktor Yuan dan PKS ada Sarwono. Donna Faroek juga disebut-sebut masuk dalam bursa calon wawali Samarinda.

Menariknya, tiga partai pengusung tersebut punya jagoan masing-masing di Pilgub Kaltim 2018. Demokrat dan koalisinya, mengusung Jaang dan Awang Ferdi, Nasdem dan koalisinya mengusung Sofyan Hasdam dan Rizal Effendi dan PKS beserta koalisinya mengusung Isran Noor dan Hadi Mulyadi.

Tentu, usungan calon pengganti wawali pun sulit dielakkan dari kepentingan Pilgub. Setidaknya dengan naiknya calon pengganti, akan memberi dukungan suara di Samarinda. Kota yang punya basis suara terbesar di Kaltim.

Hal itu diakui Pengamat Politik Unmul, Lutfi Wahyudin. Menurut dia, jika pergantian itu dilaksanakan sebelum Pilgub maka akan sengit. Pasti ada tarik ulur. Mengingat partai pengusung berada pada kubu yang saling berlawanan di Pilgub ini.

Tentu masing-masing ingin mendapatkan peluang kursi wawali untuk menambah pengaruh dalam perolehan suara di Pilgub lewat jabatan wawali.

Pada posisi ini yang lebih berkemungkinan yakni Nasdem dan PKS. Karena Demokrat sudah mendapat alokasi kursi wali kota. Sehingga koalisinya harus mengisi ruang lainnya. “Namanya juga koalisi harus memperhatikan partai lainnya,” ungkapnya, Selasa (12/3/2018). 

Namun ketiga partai itu tetap berhitung karena kepentingan Pilgub Kaltim maka perebutan menjadi sangat strategis.

Tarik ulur kembali terjadi di DPRD Samarinda, setelah dua nama tersebut diusulkan. Lutfi memastikan pasti terjadi poros sesuai Pilgub. Paling tidak bertambah satu poros yakni PDIP dan Hanura.

Hitung-hitungan menurut Pilgub di DPRD Samarinda maka PKS, PAN, Gerindra tersedia, 11 kursi. Kemudian Golkar dan Nasdem 13 kursi. Demokrat dan PPP 10 kursi. “Maka tersedia sisa 2 pilihan,” ungkapnya.

“Pasti tarik ukur semakin kuat, kemampuan lobi sangat menentukan. Ada 2 pilihan untuk 4 kubu yang saling berhadapan,” tutupnya.

NASDEM SUDAH PLENO

 

NasDem secara diam-diam sudah menggelar pleno terbatas menentukan calon pengganti wawali usungan dari DPD Samarinda. Keluar nama Joha Fajal sebagai calon tunggal usungan Nasdem Samarinda. Rapat pleno dengan menghadirkan seluruh DPC Nasdem di tingkat kecamatan.

Dari hasil pleno itu dalam waktu dekat akan diserahkan ke DPW Nasdem Kaltim. Selanjutnya DPW akan meneruskan ke DPP Nasdem di Jakarta di pusat untuk diputuskan. Yang jelas siapapun yang dia yang diputuskan oleh DPP.

“Kami anggap itu kader kami yang terbaik,” ungkap Fahrullah Asni Sekretais DPD NaSdem Samarinda, kemarin.   Setelah dari tiga partai pengusung akan dibahas bersama. Untuk menentukan dua nama yang kemudian diserahkan ke DPRD Samarinda melalui wali kota Samarinda. (Ina/nus)