Anggota Dewan Ribut Dana Aspirasi

Anggota Dewan Ribut Dana Aspirasi

 

SAMARINDA,bekantan.co - Meski APBD Kota Samarinda sudah disahkan namun masih sebagian anggota dewan protes karena hasil usulan reses tidak diakomodir. Riak riak itu muncul saat mereka melihat dokumen APBD setelah pengesahan. Sebagian lain bahkan mendatangi Kantor Bappeda menanyakan usulan kegiatan itu. 

Menurut keterangan salah anggota dewan yang enggan menyebut namanya setiap anggota dewan dibatasi mengusulkan kegiatan dengan batas maksimal Rp 500 juta.  "Dari total itu, setiap anggota tinggal memilih mengusulkan jumlah kegiatan. Mau satu atau dua yang jelas tidak boleh lebih dari angka itu," ungkapnya, Jumat (23/3/2018).

Namun biar banyak, rata mereka semua mengusulkan tiga paket. Usulan tersebut disepakati melalui satu pintu. Yakni ke salah satu unsur pimpinan.  "Jadi kita disuruh usulkan minimal tiga paket. Tapi lagi lagi nilainya tidak boleh lebih dari Rp 500 juta. Batas itu hanya anggota saja. Diluar unsur pimpinan. Saya tidak tahu batasan angka bagi unsur pimpinan," tuturnya.

Jika dikalkulasi dengan jumlah anggota dewan diluar pimpinan maka berjumlah 41 anggota. Unsur pimpinan ada 4 orang. Sehingga jumlah seluruhnya ada 45 orang. Dari 41 orang ini dikali Rp 500 juta maka ketemu angka Rp 2, 5 miliar. Dana ini sengaja disiapkan untuk tampung hasil reses dewan. 

Namun dalam perjalanan, kata nara sumber anonim ini hampir 20 anggota dewan kehilangan paket itu. "Kami chek ke sistem di Bapeda ternyata sekitar 20an orang paketnya hilang. Baru kami menemukan paket kegiatan dua pimpinan membengkak sampai Rp 20 miliar," terangnya. 

Dijelaskannya, penetapan batas maksimal usulan itu, kata dia anggota tidak pernah dilibatkan dalam mekanisme itu. "Kami tidak tahu. Tiba2 disuruh usulkan batas maksimal 500 juta," bebernya. 

Lantas sejak kapan, batas itu ditetapkan, narsum itu tidak mengetahui. Sebelumnya selalu di usulkan tapi baru tahun ini yang di akomodir. Karena sebelumnya bayar utang defisit. (Ina/nus)