Anggaran Perawatan Setengah Hati

Anggaran Perawatan Setengah Hati

 

SAMARINDA,bekantan.co - Pemkot Samarinda membantah keberadaan dua taman di tengah kota, yakni Taman Samarendah dan Taman Hutan Kota tidak terurus. Terbatasnya anggaran untuk merehab melengkapi fasilitas jadi alasan utamanya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Samarinda, Dadang Airlangga. Untuk taman hutan kota yang terletak di Jalan Kesuma Bangsa, dia mengatakan pernah merancang konsep bersama Kepala Dinas Perpustakaan Samarinda, Ananta Fathurrozi. Konsepnya adalah merehab sejumlah gazebo serta menambah beberapa tanaman. Tapi niatan itu terganjal oleh anggaran yang terbatas. “Rencana ingin membangun taman bacaan cuma karena APBD belum mendukung kami belum bisa bekerja untuk renovasi dan perbaikan,” jelas  Dadang Selasa (20/3/2018). 

Anggaran yang dibutuhkan pun tidak banyak, cuma Rp 250 juta. Uang itu rencananya untuk rehab dua buah gazebo di dalam taman. Kemudian menambah tanaman serta merapikan taman. Disinggung apakah ada upaya menggandeng CSR, pihaknya menyebut belum punya rencana. Kalau pun ada pihaknya akan lakukan rapat dan berkoordinasi dengan wali kota. Sebenarnya lanjut Dadang fasilitas di taman tersebut sudah tersedia. “Masyarakat bisa meminjam buku di perpustakaan, membaca di gazebo dan disitu sudah ada kantin serta jaringan wifi,” imbuhnya. Taman pun dibuka untuk umum sejak pagi hingga sore hari. “Kalau kantin di sana buka datang saja. Taman itu buka sampai sore, sampai tidak ada aktifitas lagi,” sambung Dadang.

Pun demikian dengan Taman Samarendah. Ketersediaan anggaran yang terbatas jadi kendala. Anggaran terbesar pemkot dialokasikan untuk banjir dan benahi infrastruktur. Tapi pihaknya mengupayakan Taman Samarendah tetap direnovasi. “Misalkan skateboard atau sepeda dengan lintasan lurus bisa di bawah. Sedangkan yang rutenya meliuk-liuk ada di bagian atas,” terang Dadang.

Salah satu inovasi pemkot adalah menambah bola berwarna emas di sekeliling taman dengan diameter 45 sentimeter. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keamanan pengguna jalan. Rencananya tahun ini pihaknya ingin menambah lagi. “Bolanya akan diperbesar lagi dengan yang berdiameter 60 sentimeter. Anggaran untuk penambahan itu sekitar Rp 150 juta,” bebernya lagi. Konsep itu akunya mengadopsi taman di Bandung yang menggunakan bola berwarna keemasan yang mengelilingi taman. “Masing-masing setiap sudut jumlahnya ada delapan,” sambungnya.

Dadang pun menambahkan keberadaan Taman Samarendah untuk mendukung ketersediaan ruang publik bagi anak-anak. “Itu ruang terbuka publik yang bisa dipakai masyarakat,” tutupnya. (Ina/nus)