Anak Gladiator Dipulangkan, Psikolog Sayangkan Sikap Orang Tua

Anak Gladiator Dipulangkan, Psikolog Sayangkan Sikap Orang Tua

IST

TARAKAN, bekantan.co - Video kekerasan atau perkelahian yang melibatkan anak di bawah umur pada Senin (19/3) lalu masih terbersit di benak warga Tarakan. Tak terkecuali psikolog Tarakan, Fanny Sumajaow. Diketahui pemilik akun instagram bernama paman roger sempat diamankan bersama 12 bocah yang terlibat perkelahian. Namun saat itu juga dipulangkan setelah melalui mediasi oleh Polsek Tarakan Timur.

Fanny menegaskan, pasti ada faktor pemicu yang menyebabkan adanya perkelahian ala gladiator yang berlokasi di Pasar Tenguyun, Kelurahan Gunung Lingkas. Bisa saja dasar perkelahian yang berada di dalam truk terbuka dari informasi yang ada di gadget ataupun media televisi. "Kan pengaruhnya (gadget) paling banyak. Kedua, ada kesalahan pola asuh dari orang tua karena terjadi pembiaran (pada anaknya)," jelasnya, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (20/3/2018).

Lanjutnya, proses pembiaran kepada anak tersebut sudah melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak. Bocah yang merupakan plagiator sejati, disinyalir menganggap tayangan di televisi bisa ditiru. "Saya rasa pasti ada yang membekingi, mungkin diiming-imingi. Untuk main gulat atau apa," katanya.

Ditegaskan Fanny, dirinya yang juga bekerja di Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) seharusnya sudah bekerjasama dengan kepolisian. Tapi ia sedikit kecewa dengan adanya hanya negosiasi berupa mediasi saja dari pihak kepolisian.

"Bukan saya katakan itu salah. Maksudnya setelah dikembalikan oleh Polsek, anak-anak tidak bisa hanya diberikan mediasi. Harus ada penguatan psikologis. Kita jelaskan efeknya juga seperti apa," bebernya.

Nantinya jika ada traumatik, kata Fanny, korban yang lemah (imperior) akan jadi bahan bully. Sedangkan yang superior (kuat) akan menjadi pelaku. Begitu juga dengan konseling yang dilakukan dengan cara berbeda. Meskipun tidak melakukan terapi berkelanjutan, paling tidak tahu ada tanda-tanda kekerasan yang melekat pada diri anak tersebut. "Bahkan orang tua akan kami dekati juga. Supaya tidak melakukan pembiaran pada anak-anak ini. Kalau saya bilang, ini anak yang biasa dilepas dan bermain jauh dari jangkauan orang tua," papar Fanny.

Untuk diketahui, Reskrim Polsek Tarakam Timur sudah melakukan pemeriksaan kepada 12 serta akun instagram paman roger sekitar pukul 17.00 Wita. Perkelahian tersebut terjadi di dalam bak truk Warna Kuning dgn No Pol KT 8623 FE yg terparkir di Pasar Tenguyun Bom Panjang Kel. Pamusian.

"Pemilik akun penyebar video berinisial MA (15). Serta anak-anak yang terlibat yakni, RR (10), MA (10), AA (10), MS (10), KI (10), AL (11), AB (13) MF (15), TO, (14), KA (13), RA (9) dan MZ (15)," ungkap Kapolres Tarakan, AKBP Dearystone M.H.R Supit melalui Perwira Urusan Subbag, Ipda Taharman.

Saat dilakukan pemeriksaan yang disaksikan oleh Lurah Pamusian dan Ketua RT 27, 13 anak yang terlibat sudah dipulangkan kepada orangtuanya.(sas)