Amankan Barang Ilegal, Dishub Enggan Beberkan Nama Kapal

Amankan Barang Ilegal, Dishub Enggan Beberkan Nama Kapal

DIAMANKAN: Petugas Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tarakan saat menggeledah barang ilegal yang tidak dilengkapi dokumen

TARAKAN, bekantan.co - Nasib apes dirasakan nakhoda serta anak buah kapal (ABK) kapal motor (KM) Bunga Lia 1. Pasalnya, saat sedang asik bongkar muat barang yang diduga ilegal dari Malaysia, terciduk oleh  Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tarakan pada Rabu (7/3/2018) sekitar pukul 07.00 Wita di Pelabuhan Tengkayu I (SDF).

Menanggapi hal ini, Kepala BKP Kelas II Tarakan, Amril menyatakan, sebelum mengamankan puluhan sembako ilegal tersebut, pihaknya telah mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada sebuah kapal yang mengangkut dan membawa barang Ilegal. 

“Kita dapatkan informasi itu, kita langsung turun kelokasi itu dan ternyata betul ada sebuah kapal yang mengangkut sembako tanpa dilengkapi dokumen,” jelasnya saat dijumpai di lokasi yang sama.

BARANG BUKTI: Beras 52 karung, sosis 42 karung, bawang bombay 10 karung, nugget 23 kotak, kentang, milo dan elpiji turut diamankan

Saat digeledah, pihaknya lantas mengamankan beras 52 karung, sosis 42 karung, bawang bombay 10 karung, nugget 23 kotak dan kentang. “Jadi kita mengamankan juga puluhan dus milo dan tabung gas elpiji,” ungkapnya.

Selain itu, nahkoda dan ABK tersebut masih dilakukan pemeriksaan dan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. “Kita belum tetapkan tersangka, nakhoda dan ABK hanya sebagai saksi dulu,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tarakan, Hamid Amren mengaku bukan hanya pihaknya yang bertanggungjawab di pelabuhan. Melainkan ada Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) dan karantina serta lainnya. "Ini kan kapal dari Sebatik, ya boleh-boleh saja. Kalau kami kan pelayanannya aja. Ada instansi lain yang punya kewenangan," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon

Saat ditanyai manifest, pihaknya juga enggan untuk membeberkan. Pasalnya, dari manifes dan surat persetujuan berlayar (SPB) dalam hal ini Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Ketika disinggung terkait nama kapal yang tambat di pelabuhan, ia juga enggan untuk menjelaskan lebih lanjut. "Kan kamu sudah tahu," papar Hamid.(mad/sas)