AM Akui Hanya Sebagai Wanita Panggilan

AM Akui Hanya Sebagai Wanita Panggilan

 

TARAKAN, bekantan.co – Sejak diamankannya AM pada Selasa (13/3) lalu dalam kasus penyelundupan sabu seberat 1,08 kg, ternyata kepentingannya datang ke Tarakan kembali terkuak. Diketahui, wanita single parent tersebut berniat untuk menjual diri kepada pria hidung belang.

Terkait hal itu, Penasehat Hukum (PH) AM, Thamrin Palondong mengatakan,  kliennya tersebut bukan pengedar narkoba profesional. Tapi, AM mengaku datang ke Tarakan sebagai wanita panggilan. “Dia ngakunya seperti itu dengan tarif tertentu. Bahkan dia menerima bookingan kekota besar seperti Jakarta dan Surabaya,” ungkapnya, Senin (19/3/2018).

Selain itu, AM tersebut juga menerima jasa pemuas nafsu melalui telepon seluler. Ternyata pria yang menghubungi AM untuk terbang ke Tarakan adalah suami TT, narapidana kasus narkotika yang saat ini masih menjalani masa hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Makassar.

Sesampainya di Tarakan, lanjut Thamrin, AM dijemput TT di Bandara Juwata dan selanjutnya dibawa kerumah TT. Mengetahui pria yang membooking adalah suami TT, lantas AM langsung marah

“Jadi dia (AM) itu kecewa sudah jauh-jauh ke Tarakan ternyata batal. Nah disitu suami TT bicara dengan AM melalui telepon seluler. Dari pada pulang tangan kosong, dia bawalah barang titipan dari Tarakan. Ya bayarannya cuma tiket pulang ke Makassar saja, tidak ada yang lain," ungkap Thamrin.

Setelah sepakat dengan tawaran tersebut, AM melihat seseorang yang datang kerumah TT dengan membawa bungkusan. Namun, sebelumnya AM tidak mengetahui barang tersebut sabu. “Setelah TT berbicara dengan Ibunya, disitu AM mendengar barang itu sabu,” ujarnya.

AM akhirnya tahu bahwa yang akan di bawa ini barang larangan, namun tetap kesal karena disuruh naik kapal, tetap minta menggunakan pesawat meski yang dibawa sabu. Akhirnya TT dan ibunya mengemas kembali 1 kg sabu dan disimpan di dalam plastik bekas tisu basah dan bedak.

Sementara itu, alasan AM membantah barang haram yang ditemukan di Bandara Juwata saat diperiksa mesin X-Ray oleh petugaa Avsec, AM hanya bersikap spontan.

"Jadi seperti terjebak aja AM ini, mau tidak mau iya dia harus pulang karena sudah ada anaknya yang menunggu disana,” papar Thamrin.(mad/sas)