Akhirnya Oknum Polisi Yakni (PN) Ditetapkan Sebagai Tersangka

Akhirnya Oknum Polisi Yakni (PN) Ditetapkan Sebagai Tersangka

SAMARINDA, bekantan.co – Oknum polisi berinisial PN akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Status itu disematkan setelah beberapa kali dilakukan gelar kasus penambangan batu bara di areal tempat pemakaman umum (TPU) Jalan Kebon Agung, RT 3, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara. 
Satreskrim Polresta Samarinda menetapkan oknum polisi berpangkat Ajun Inspektur Dua (Aipda) itu sebagai tersangka dalam kasus tambang ilegal itu. 
Oknum polisi yang berdinas di Polsek Samarinda Utara, Kaltim itu menjadi tersangka atas tuduhan melakukan kegiatan Ilegal Mining atau aktivitas penambangan batu bara tanpa izin. Atas dasar status tersangka yang disandangnya, PN kini ditahan di Markas Polresta Samarinda guna kepentingan pengembangan penyidikan.
“Sudah kami tetapkan sebagai tersangka (PN, Red). Kami juga masih memburu satu lagi pelaku yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” beber Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono, melalui Wasatreskrim, AKP Ida Bagus Kade kepada

awak media di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. 

Salah seorang DPO yang masih dicari keberadaannya oleh polisi itu yakni pemilik lokasi yang ditambang PN, di luar dari areal TPU yang juga dikeruk batu baranya.
“Masih kami telusuri keberadaannya. Yang pasti segera kami terbitkan DPO-nya,” jelas Kade.
Sementara status Wahyudi, juru kunci makam yang memberikan izin pada PN untuk melakukan penggemburan tanah makam masih berstatus saksi.
“Keterlibatannya (Wahyudi, Red) masih kami dalami,” ujarnya.
Sementara itu Kade juga membenarkan sudah ditutupnya bekas galian yang berada di areal makam.
“Atas persetujuan warga lubang tersebut ditutup kembali. Meski begitu penutupan lubang tersebut tidak mengganggu proses penyidikan yang sedang berjalan,” pungkasnya.(Ina/nus)